Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ikatan Pelajar Putri NU Diminta jaga Budaya Nusantara dari Rongrongan Drama Korea
MPR RI
22 jam yang lalu
Ikatan Pelajar Putri NU Diminta jaga Budaya Nusantara dari Rongrongan Drama Korea
2
Resmi Dilantik, PCNU Tangsel Targetkan 10 Ribu Kader Penggerak
Peristiwa
17 jam yang lalu
Resmi Dilantik, PCNU Tangsel Targetkan 10 Ribu Kader Penggerak
3
Pasukan Laba Laba Siap Bersaing Raih Tempat Terbaik
Olahraga
20 jam yang lalu
Pasukan Laba Laba Siap Bersaing Raih Tempat Terbaik
4
Jateng Jadi Biang Kerok Covid-19 di RI Meledak & Cetak Rekor
Kesehatan
22 jam yang lalu
Jateng Jadi Biang Kerok Covid-19 di RI Meledak & Cetak Rekor
5
Hutama Karya Buka Suara Soal Isu Jalan Tol Trans Sumatera Rawan Begal
Peristiwa
22 jam yang lalu
Hutama Karya Buka Suara Soal Isu Jalan Tol Trans Sumatera Rawan Begal
6
Survei Voxpol Center: Paslon Mahyeldi-Audy Joinaldy Paling Berani Berantas Korupsi di Sumbar
Politik
13 jam yang lalu
Survei Voxpol Center: Paslon Mahyeldi-Audy Joinaldy Paling Berani Berantas Korupsi di Sumbar
Home  /  Berita  /  MPR RI

Pesan Syarief Hasan ke Santri: Jangan Minder untuk Meraih Cita-cita

Pesan Syarief Hasan ke Santri: Jangan Minder untuk Meraih Cita-cita
Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan. (Foto: MPR)
Sabtu, 21 November 2020 22:38 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
CIANJUR - Wakil Ketua MPR Sjarifuddin Hasan menegaskan, era reformasi bukan saatnya lagi santri atau siapapun minder/tidak percaya diri dalam usaha meraih cita-cita.

Sebab, menurut pria yang akrab disapa Syarief Hasan ini, era reformasi sangat menjunjung tinggi nilai kebhinnekaan. Sehingga peluang menjadi apapun bahkan Presiden sekalipun terbuka lebar.

Yang diperlukan untuk meraih keinginan kata Dia, hanya seberapa besar dan kerasnya usaha, tentu dengan jalan yang baik, tidak bertentangan dengan hukum dan etika.

"Menurut saya, keadaan seperti itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Jika, kalian para santri merasa mampu serta memiliki karakter kuat, tahan banting jangan ragu-ragu raih mimpi kalian," katanya, di hadapan ratusan santri Ponpes Al-Uzlah Cianjur, peserta acara 'Temu Tokoh Nasional bersama Wakil Ketua MPR Syarief Hasan', di aula Ponpes Al-Uzlah, desa Ciherang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (21/11/2020).

Hadir dalam acara yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat tersebut, Pimpinan Ponpes KH. Aceng Yazid, Ketua Forum Komunikasi Orang Tua Murid Nanang Sutarja, Wakil Kepala Sekolah SMPIT Al-Uzlah Iden Mulyadi serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

Pimpinan MPR dari partai Demokrat yang akrab disapa Syarief Hasan ini mengungkapkan bahwa tidak ada alasan minder menjadi santri, sebab ponpes sangat baik sistem pembelajarannya. Bahkan, belajar di ponpes mendapatkan nilai lebih karena selain mendalami ilmu agama, juga mendalami ilmu pengetahuan dan teknologi.

Mantan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI ini mengingatkan bahwa Indonesia pernah memiliki Presiden dari kalangan santri yakni KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Indonesia katanya lagi, juga pernah dipimpin seorang Presiden wanita yaitu Megawati Soekarnoputri. "Jadi, santri atau bukan, pria atau wanita semuanya memiliki peluang besar menjadi Presiden," lanjutnya.

Di sela-sela pembicaraan, dengan tujuan menguji wawasan para santri, Syarief Hasan menggelar kuis dadakan. Salah satu pertanyaannya adalah, siapa nama Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) pasangan Presiden AS terpilih Joe Biden.

Siti Zahra salah seorang santriwati kemudian berdiri, meraih mikropon, langsung menjawab, "Wakil Presiden AS terpilih adalah Kamala Harris." Syarief Hasan memberi respon dengan bertepuk tangan, seraya berseru, "Jawaban betul, mantab sekali."

Syarief Hasan kemudian memberikan penjelasan bahwa Kamala Harris adalah wanita pertama keturunan Asia yang menjadi Wapres terpilih dalam sejarah negara adidaya tersebut. "Saya kagum, wawasan santri bahkan sampai ke isu internasional. Pertahankan dan tingkatkan dengan menggali pengetahuan lainnya," katanya.

Syarief Hasan meminta para santri lainnya untuk selalu mempertajam wawasan dari berbagai sumber, bisa melalui media massa, buku-buku atau bertanya dan diskusi dengan para senior atau guru-guru. "Jika itu terjadi, maka bukan tidak mungkin beberapa tahun mendatang, ketika saya bertemu seorang pemimpin daerah misalnya dan bertanya siapa anda, dijawab dengan bangga, saya adalah santri," ujarnya.***

wwwwww