Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
22 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
16 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
15 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
17 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Nasional

Edhy Prabowo: Saya Minta Maaf kepada Bapak Presiden, Telah Mengkhianati Kepercayaan Beliau

Edhy Prabowo: Saya Minta Maaf kepada Bapak Presiden, Telah Mengkhianati Kepercayaan Beliau
Edhy Pramono memakai rompi tahanan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (26/11/2020) dini hari, di gedung KPK. (detikcom)
Kamis, 26 November 2020 10:24 WIB

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka pada Kamis (26/11/2020) dini hari. Sebelumnya, Rabu (25/11) dini hari, Edhy ditangkap tim KPK di Bandara Soekarno-Hatta sepulang dari Amerika serikat.

Edhy ditetapkan sebagai tersangka kasus suap Perizinan Tambak, Usaha dan/atau Pengelolaan Perikanan atau Komoditas Perairan Sejenis Lainnya Tahun 2020.

Dikutip dari detik.com, usai ditetapkan tersangka, Edhy Prabowo menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

''Pertama, saya minta maaf kepada Bapak Presiden, saya telah mengkhianati kepercayaan beliau. Minta maaf ke Pak Prabowo Subianto, guru saya, yang sudah mengajarkan banyak hal,'' tutur Edhy di gedung KPK, Kamis (26/11/2020) dini hari.

Edhy yang masih tercantum sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra itu juga menyatakan mengundurkan diri dari jabatan menteri, maupun posisi struktural di kepartaian.

''Saya mohon maaf kepada seluruh keluarga besar partai saya. Saya dengan ini akan mengundurkan diri sebagai wakil ketua umum,'' kata Edhy

''Juga nanti saya akan mohon diri untuk tidak lagi menjabat sebagai menteri dan saya yakin prosesnya sudah berjalan,'' tambahnya.

Dalam kasus ini, Edhy Prabowo dijerat Pasal 12 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Beladiri, Olympic, Nasional
wwwwww