Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
9 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
9 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
10 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
9 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  PON

Dua 'Perusahaan' Negara Keroyokan Bangun Bunker di Kuala Tanjung

Dua Perusahaan Negara Keroyokan Bangun Bunker di Kuala Tanjung
Foto: Dok. Pelindo I
Minggu, 06 Desember 2020 12:13 WIB
JAKARTA - Dua badan usaha milik negara (BUMN) keroyokan untuk pengelolaan sarana dan fasilitas bunker penunjang bahan bakar minyak (BBM) dan jalur pipa gas di Pelabuhan dan Kawasan Industri Kuala Tanjung.

Proyek yang digarap PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 dan PT Pertamina itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi investor.

Proses pembangunannya ditandai dengan groundbreaking sarana dan fasilitas bunker dan peresmian jalur pipa gas Kuala Tanjung di Area Terminal Multipurpose Kuala Tanjung Pelindo 1 di Batu Bara, Sumatera Utara, Jumat (4/12/2020).

Pertamina akan menyediakan lahan dan suprastruktur seperti tangki, pipa, dan loading arm (penghubung antara dermaga dan kapal tanker). Sedangkan Pelindo 1 akan menyediakan infrastruktur berupa dermaga dan trestle (jalan penghubung antara dermaga dan daratan) serta armada kapal pandu dan kapal tunda.

Direktur Utama Pelindo 1 Dani Rusli Utama menjelaskan sarana dan fasilitas dermaga Pelabuhan Kuala Tanjung sangat berpotensi mendukung berdirinya TBBM, mengingat dermaga ini memiliki panjang 500 meter dan lebar 60 meter serta bisa disinggahi kapal raksasa sejenis Very Large Container Carrier (VLCC) dengan bobot 50.000 DWT. Kuala Tanjung Multipurpose.

Terminal berkapasitas hingga 600.000 TEUs peti kemas, 100.000 metrik ton volume curah cair, dan 8 ha area untuk general cargo dan curah kering. Sementara panjang trestle mencapai 2,8 km dan lebar 18,5 meter dengan 4 jalur truk.

"Kerja sama ini merupakan langkah awal menjadikan Kuala Tanjung Port & Industrial Estate sebagai Indonesia's Logistic & Supply Chain hub," katanya dikutip dari detikcom, Jumat (4/12/2020).

Kuala Tanjung Industrial Estate dirancang sebagai Kawasan industri modern dan berkelanjutan di wilayah yang seluas 3.400 hektar dalam beberapa tahap pengembangan. Saat ini Pelindo 1 telah mengantongi izin Penetapan Lokasi (Penlok) dari pemerintah kabupaten Batu Bara seluas 1.128 hektar.

Dengan potensi industri petrokimia, semen, sawit, karet, manufaktur, dan produk makanan serta akan menghadirkan lapangan kerja hingga mencapai 65.000 tenaga kerja.

Terdapat empat tahap rencana pengembangan Kuala Tanjung Port & Industrial Estate dalam jangka menengah panjang oleh Pelindo 1 yakni pengembangan KTMT, kawasan industri Kuala Tanjung, hub internasional, dan integrated urban area. Empat proyek tersebut membentuk ekosistem yang saling menunjang satu sama lain.

Sarana dan fasilitas bunker (bunkering service) akan berdiri di lahan milik Pelindo 1 di Pelabuhan Kuala Tanjung dan bakal menjadi bagian dari pengembangan tangki BBM untuk bunker Kuala Tanjung.

Pembangunan tangki minyak diesel (HSD) untuk pelayanan BBM bunker kapal di Pelabuhan Kuala Tanjung dilakukan bekerja sama dengan PT Elnusa Petrofin, sementara infrastruktur pipa gas dibangun bekerja sama dengan PT Pertagas dan dipasarkan oleh PT Pertagas Niaga.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung pemerintah dalam mendorong ekonomi wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya dengan memasok kebutuhan energi di kawasan industri dan Pelabuhan Kuala Tanjung.

"Dengan rencana Kuala Tanjung sebagai kawasan industri dan pelabuhan hub internasional, maka diharapkan jumlah industri di Kuala Tanjung terus bertambah, sehingga permintaan kebutuhan gas juga meningkat," jelas Nicke.

Untuk tahap awal, Pertamina akan membangun tangki BBM Bunker guna mendukung pengembangan bisnis bunker dan juga melayani kapal-kapal yang berlabuh di Terminal Multipurpose Kuala Tanjung dan sekitarnya. Sebagai informasi, saat ini Provinsi Sumatera Utara telah dilayani lima terminal BBM (TBBM), yaitu Medan Group, Kisaran, Pematang Siantar, Sibolga, dan Nias.

"Kami mengapresiasi Pertamina dan Pelindo 1 diharapkan dapat meningkatkan ketahanan nasional sehingga lebih efektif dan efisien," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pada kesempatan tersebut juga menyambut baik upaya Pertamina dan Pelindo 1 dalam mengoptimalkan potensi yang ada untuk kemajuan ekonomi wilayah.

"Sumatera Utara merupakan provinsi besar ke-4, yang bisa memberikan dukungan ekonomi nasional, apalagi Kuala Tanjung didukung Pusat Industri Sei Mangkei. Kerjasama antara Pelindo 1 dan Pertamina sangat berarti dan sangat mengapresiasi pembangunan tangka bunker BBM dan jalur pipa gas. Saya sarankan Pertamina dan juga Pelindo 1 dapat memanfaatkan Sei Mangkei untuk mengembangkan kerja sama dengan pihak-pihak multi nasional," tambahnya.

Editor:Ari
Kategori:PON, Olympic, Badminton, Sumatera Utara
wwwwww