Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
24 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
2
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
24 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
3
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
Umum
24 jam yang lalu
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
4
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
22 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Home  /  Berita  /  MPR RI

Syarief Hasan: Reformasi Sempurnakan Demokrasi Indonesia

Syarief Hasan: Reformasi Sempurnakan Demokrasi Indonesia
Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan. (Foto: Humas MPR)
Minggu, 06 Desember 2020 23:21 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Reformasi dianggap tonggak lompatan demokrasi Indonesia menjadi lebih sempurna. Di era tersebut, sistem ketatanegaraan Indonesia ditata ulang melalui amandemen UUD 1945 untuk mencapai penyelenggaraan demokrasi yang lebih baik.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua MPR Syarief Hasan dalam acara 'Temu Tokoh Nasional Bersama Wakil Ketua MPR Syariefuddin Hasan', di aula Kantor Kepala Desa Nagrak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (6/12). Acara tersebut diselenggarakan MPR bekerja sama dengan Forum Remaja Masjid Al-Istiqomah (Forema).

Syarief menguraikan salah satu produk reformasi, yakni perubahan sistem pemilihan Presiden RI. Sebelum reformasi bergulir, MPR sebagai lembaga tertinggi negara berperan memilih dan menetapkan presiden sebagai mandataris MPR.

Setelah terpilih, lanjut Syarief, Presiden harus melaksanakan tugasnya sesuai dengan GBHN yang ditetapkan MPR dan mesti memberikan laporan pertanggungjawabannya di hadapan MPR. Dalam pelaporan tersebut, MPR akan memutuskan menerima atau menolak laporan tersebut. Jika laporan ditolak, maka Presiden dianggap tidak layak lagi memegang jabatan tersebut.

Pimpinan MPR dari partai Demokrat ini menambahkan, setelah amandemen UUD 1945, presiden berubah dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum.

"Saya melihat, peristiwa ketatanegaraan tersebut terutama pemilihan langsung Presiden oleh rakyat adalah hakikat keunggulan demokrasi Indonesia yang sekarang terus berkembang. Jadi, Indonesia sudah melangkah menjadi salah satu negara yang dalam melakukan demokrasinya betul-betul sesuai keinginan rakyat," ulas Syarief.

Syarief menilai saat ini rakyat Indonesia memiliki kedaulatan penuh untuk membawa bangsa dan negara sejahtera ke depan dengan memilih langsung pemimpin nasional melalui pemilu, dan pemimpin daerah melalui pilkada.

"Saya mengajak, mari rakyat Indonesia untuk menjaga dan menggunakan kedaulatannya tersebut dengan bijak. Sebentar lagi pilkada serentak akan dilaksanakan. Pilihlah para calon kepala daerah yang betul-betul berniat keras memajukan daerah dan rakyatnya," ungkap Syarief.***

wwwwww