Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
19 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
17 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
13 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
17 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
21 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Menpora Minta Dukungan Masyarakat Semarakan Piala Dunia U-20

Menpora Minta Dukungan Masyarakat Semarakan Piala Dunia U-20
Sabtu, 12 Desember 2020 19:43 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SURABAYA - Gelaran Youth Fun Juggling Competition dijadikan ajang promosi pelaksanaan Piala Dunia U-20 2021. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainuddin Amali berharap dari event ini masyarakat kota penyelenggara terbiasa untuk menyambut tamu dari luar kota dan mancanegara.

Acara yang diinisiasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerja sama dengan PSSI tersebut diikuti oleh para pesepakbola usia dini. Diselenggarakan di 36 kota termasuk kota-kota tuan rumah Piala Dunia U-20. Yakni Jakarta, Bandung, Palembang, Solo dan Bali. Acara ini berakhir di Kota Surabaya yang diikuti ratusan anak-anak sekolah sepak bola.

"Acara ini sekaligus untuk mengajak masyarakat yang ada di enam kota supaya bisa mempersiapkan diri untuk mempersiapkan menyambut satu perhelatan besar yang Insya Allah akan dilaksanakan pada Mei dan Juli 2021 mendatang," kata Zainuddin kepada wartawan.

Selain itu, ditengah keringnya event sepak bola nasional, Youth Fun Juggling Competition hadir memberikan angin segar. Maklum, situasi pandemi Covid-19 membuat banyak event olahraga terhenti. "Ini juga menjadi pengisi waktu buat anak-anak muda kita yang punya keinginan minat bakat di sepak bola. Tetapi dengan situasi pandemi sekarang ini belum bisa melakukan latihan di lapangan," kata menteri berusia 58 tahun itu.
"Karena itu, kami kreasi supaya bisa mengisi waktunya mereka. Dan juga sekaligus menjadi implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan dipilihnya Kota Pahlawan sebagai penutup karena menyimpan potensi yang sangat besar. Meski tidak ada kompetisi, geliat sepak bola di Surabaya dan Jawa Timur terus berkembang. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Menpora, Zainudin Amali yang terus membantu dan bekerja sama dengan PSSI.

"Terima kasih kepada bapak Menpora yang sudah menutup rangkaian acara ini di Surabaya. Bagi saya, Jatim paling bagus dalam pembinaan sepakbolanya. Selain itu, acara ini mengingatkan kepada publik bahwa potensi sepakbola cukup besar," ungkapnya.

Sayang, pada acara di Surabaya ini belum ada yang memecahkan rekor juggling selama 37 menit. Waktu terlama dicatatkan M. Abel BT dari SSB Maesa dengan 4 menit 58 detik. Sementara di posisi berikutnya ada Andri Sehera dan Mahmusin Halim, masing-masing dengan raihan waktu 3 menit 3 detik dan 2 menit 18 detik. ***

wwwwww