Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
17 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
18 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
18 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
24 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
5
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
23 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
6
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
17 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Home  /  Berita  /  Olympic

Sandiaga Uno Jadi Menteri, Nasdem: Percuma Kita Berdarah-darah di Pilpres

Sandiaga Uno Jadi Menteri, Nasdem: Percuma Kita Berdarah-darah di Pilpres
Irma Chaniago. (Foto: Kompas.com
Rabu, 23 Desember 2020 10:26 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mengumumkan susunan kabinet teranyarnya dalam reshuffle kabinet yang diumumkan di Istana Kepresidenan Jakarta pada sore hari ini. Sebagian besar nama-nama yang diprediksi dan masuk pemberitaan media selama ini pun diamini Jokowi lewat pengumuman 6 menteri barunya.

Adapun nama menteri baru di antaranya, Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial (Mensos), Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan (Menkes), Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama (Menag), Wahyu Sakti Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) dan M. Lutfi sebagai Menteri Perdagangan.

Menanggapi nama-nama itu, Ketua DPP Partai Nasdem nonaktif, Irma Suryani Chaniago menanggapi sinis masuknya nama mantan calon wakil presiden (cawapres) itu dalam kabinet.

"Ada nama Sandiaga Uno ikut masuk, artinya percuma kemarin saya dan teman-teman koalisi berdarah darah di pilpres," kata Irma, Selasa (22/12/2020).

Komisaris Pelindo I ini menjelaskan, bukan dirinya tidak setuju jika orang dari oposisi atau mantan oposisi masuk ke dalam pemerintahan, bahkan menjadi salah satu pembantu Jokowi.

Tapi, mantan anggota Komisi IX DPR ini menyayangkan jika ada mantan calon presiden (capres) dan cawapres kompetitor yang ikut masuk ke dalam kabinet. Artinya, percuma pertarungan Pilpres 2019 lalu yang membelah anak bangsa.

"Bukan tidak setuju, kalo capres dan cawapres lawan dua duanya masuk kabinet. Untuk apa ada pilpres kemarin yang hampir saja membelah indonesia menjadi dua," bebernya.

"Terfikirkan kan nggak sih jika sampai Jokowi-Maruf kalah? Apa yang terjadi dengan kami-kami yang bertarung habis habisan?," tukas Irma.

Oleh karena itu, Irma menegaskan bahwa pemilihan orang di kabinet ini bukan tentang pamrih atau ketulusan, tapi soal apresiasi kepada orang yang telah berjuang untuk Jokowi-Maruf pada Pilpres lalu.

"Ini bukan soal pamrih atau tulus, tapi ini soal apresiasi," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Sindonews
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww