Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
19 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
12 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
10 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
19 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
5
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
12 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
6
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

Kemendikbud Dorong Penuntasan Segera Insiden Siswi non Muslim Diminta Kenakan Hijab

Kemendikbud Dorong Penuntasan Segera Insiden Siswi non Muslim Diminta Kenakan Hijab
Ilustrasi hijab. (gambar: thinkstock)
Sabtu, 23 Januari 2021 15:40 WIB
JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto menyatakan, pihaknya mendukung setiap langkah investigasi dan penuntasan persoalan siswi non muslim Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Padang, Sumatera Barat, yang dipaksa menggunakan hijab.

Dalam pernyataan resmi yang diterima GoNews.co pada Sabtu (23/1/2021), Wikan menyatakan bahwa sanksi tegas terhadap setiap pelaku harus diterapkan. Kecepatan penanganan persoalan ini penting untuk memastikan kejadian yang sama tidak terulang baik di SMKN 2 Padang maupun di sekolah-sekolah di daerah lain.

Ia menjelaskan, seragam sekolah untuk siswa tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 45 tahun 2014.

"Sekolah tidak boleh membuat peraturan atau himbauan bagi peserta didik untuk menggunakan model pakaian kekhususan agama tertentu sebagai pakaian seragam sekolah. Sekolah juga tidak boleh melarang jika peserta mengenakan seragam sekolah dengan model pakaian kekhususan agama tertentu berdasarkan kehendak orang tua, wali, dan peserta didik yang bersangkutan," jelas Wikan.

Sebelumnya, video adu argumen antara orangtua murid dan Wakil Kepala SMKN 2 Padang, Sumatera Barat, viral di media sosial. Video itu menggambarkan peristiwa adu argumen soal kewajiban semua siswi, termasuk yang non-muslim untuk memakai jilbab di sekolah.

Dalam video itu, terdengar suara pria yang menjelaskan bahwa dia dan anaknya adalah non-muslim. Ia keberatan anaknya mengenakan hijab.

"Kalau memakai jilbab, seakan-akan membohongi identitas agama saya, Pak," kata EH.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Olympic, Beladiri, Voli, Nasional, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww