Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Komnas HAM dan Polri Jajaki Mekanisme Kerjasama Penanganan Kasus ITE
Nasional
19 jam yang lalu
Komnas HAM dan Polri Jajaki Mekanisme Kerjasama Penanganan Kasus ITE
2
Anggota IPW Tersangka Kasus ITE, Selanjutnya Tergantung Pelapor
Hukum
18 jam yang lalu
Anggota IPW Tersangka Kasus ITE, Selanjutnya Tergantung Pelapor
3
Eks Menteri KP dari Gerindra Siap Dihukum Mati, KPK: Majelis Hakim yang Memutuskan
Hukum
17 jam yang lalu
Eks Menteri KP dari Gerindra Siap Dihukum Mati, KPK: Majelis Hakim yang Memutuskan
4
Survei Membuktikan! PDIP Wangi meski Belasan Ribu Cuit Ramaikan Tagar #PDIPJuaraKorupsi
Politik
16 jam yang lalu
Survei Membuktikan! PDIP Wangi meski Belasan Ribu Cuit Ramaikan Tagar #PDIPJuaraKorupsi
5
Incar Emas Keenam di PON Papua, Yana Komara Tak Terhalang Usia 
Olahraga
12 jam yang lalu
Incar Emas Keenam di PON Papua, Yana Komara Tak Terhalang Usia 
6
Deretan Public Figur Ini Disunat saat Dewasa dengan Metode Gun Stapler
Umum
11 jam yang lalu
Deretan Public Figur Ini Disunat saat Dewasa dengan Metode Gun Stapler
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Kemendikbud Dorong Penuntasan Segera Insiden Siswi non Muslim Diminta Kenakan Hijab

Kemendikbud Dorong Penuntasan Segera Insiden Siswi non Muslim Diminta Kenakan Hijab
Ilustrasi hijab. (gambar: thinkstock)
Sabtu, 23 Januari 2021 15:40 WIB
JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto menyatakan, pihaknya mendukung setiap langkah investigasi dan penuntasan persoalan siswi non muslim Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Padang, Sumatera Barat, yang dipaksa menggunakan hijab.

Dalam pernyataan resmi yang diterima GoNews.co pada Sabtu (23/1/2021), Wikan menyatakan bahwa sanksi tegas terhadap setiap pelaku harus diterapkan. Kecepatan penanganan persoalan ini penting untuk memastikan kejadian yang sama tidak terulang baik di SMKN 2 Padang maupun di sekolah-sekolah di daerah lain.

Ia menjelaskan, seragam sekolah untuk siswa tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 45 tahun 2014.

Ads

"Sekolah tidak boleh membuat peraturan atau himbauan bagi peserta didik untuk menggunakan model pakaian kekhususan agama tertentu sebagai pakaian seragam sekolah. Sekolah juga tidak boleh melarang jika peserta mengenakan seragam sekolah dengan model pakaian kekhususan agama tertentu berdasarkan kehendak orang tua, wali, dan peserta didik yang bersangkutan," jelas Wikan.

Sebelumnya, video adu argumen antara orangtua murid dan Wakil Kepala SMKN 2 Padang, Sumatera Barat, viral di media sosial. Video itu menggambarkan peristiwa adu argumen soal kewajiban semua siswi, termasuk yang non-muslim untuk memakai jilbab di sekolah.

Dalam video itu, terdengar suara pria yang menjelaskan bahwa dia dan anaknya adalah non-muslim. Ia keberatan anaknya mengenakan hijab.

"Kalau memakai jilbab, seakan-akan membohongi identitas agama saya, Pak," kata EH.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Peristiwa, Hukum, Pemerintahan, Nasional, GoNews Group, DKI Jakarta
wwwwww