Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dipaksa Oral Seks, Sekretaris Mengaku Tak Berani Melawan Bos Bank Internasional
Hukum
20 jam yang lalu
Dipaksa Oral Seks, Sekretaris Mengaku Tak Berani Melawan Bos Bank Internasional
2
Paksa Sekretaris Oral Seks saat Sembahyang, Bos Bank, Jimmy: Saya Lagi Mabuk Pak
Hukum
20 jam yang lalu
Paksa Sekretaris Oral Seks saat Sembahyang, Bos Bank, Jimmy: Saya Lagi Mabuk Pak
3
Terangsang saat Kantor Sepi, Bos Bank Jimmy Cabuli 2 Sekretarisnya di Kantor
Peristiwa
20 jam yang lalu
Terangsang saat Kantor Sepi, Bos Bank Jimmy Cabuli 2 Sekretarisnya di Kantor
4
Dukung KLB, Barisan Massa Demokrat Minta AHY Mundur dari Jabatan Ketum
Politik
20 jam yang lalu
Dukung KLB, Barisan Massa Demokrat Minta AHY Mundur dari Jabatan Ketum
5
Siarkan Konten Horor di Rumah Kosong, Bigo Live Gandeng Raffi Ahmad
Peristiwa
21 jam yang lalu
Siarkan Konten Horor di Rumah Kosong, Bigo Live Gandeng Raffi Ahmad
6
Cabut Perpres Miras, Jokowi Dianggap Tunjukkan Sikap Demokratis
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Cabut Perpres Miras, Jokowi Dianggap Tunjukkan Sikap Demokratis
Home  /  Berita  /  Umum

Miris, Saat Bantu Orang Tua Bikin Batu Bata, Siswi SD di Pekanbaru Ini Kehilangan Tangannya

Miris, Saat Bantu Orang Tua Bikin Batu Bata, Siswi SD di Pekanbaru Ini Kehilangan Tangannya
Sumiati saat menerima bantuan. (Foto: INews)
Sabtu, 23 Januari 2021 15:41 WIB
PEKANBARU- Nasib malang menimpa Sumiati, siswa SD di Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau. Dia kehilangan tangan sebelah kanan saat membantu orang tua membuat batu bata.

Tangan Sumiati tergiling mesin pencetak batu bata. Akibatnya tangan siswi kelas 5 SD itu harus menjalani amputasi.

Sumiati merupakan anak keluarga tak mampu yang tinggal di sekitar PLTU Tenayan Raya. Sehari-hari dia membantu orang tuanya yang merupakan buruh pembuat batu bata.

Ads

Anugrah Lase, ayah dari Suamiati mengatakan, Sumiati anak yang rajin sekolah sekaligus rajin dalam membantu orang tua. Di kala ekonomi yang semakin sulit akibat pandemi Covid-19 ini, dirinya hanya bisa menjadi buruh batu-bata.

Itu pun menurutnya masih dirasa kurang, sehingga terkadang istri dan anak-anaknya harus ikut bekerja membantu sebagai buruh batu bata. Selama ini Sumiati selalu rutin membantunya. Terlebih saat tidak lagi ada sekolah tatap muka. 

"Ya sudah musibah, padahal sudah hati-hati, ini musibagi bagi. Ke depannya saya akan menjaga Sumiati dan keluarga saya lebih ekstra lagi, sehingga kejadian tersebut terjadi lagi kembali," kata Anugrah ditemui di rumahnya, Sabtu (26/12/2020).

Pihak PLTU Tenayan Raya bersama Camat Tenayan Raya, Indah Vidya Astuti, dan pihak TNI mendatangi rumah Sumiati. Mereka memberikan bantuan dan memberikan semangat agar Sumiati tetap sekolah dan semangat belajar.

"Kita bersama camat dan koramil kemarin untuk memberikan perhatian dan manfaat pada masyarakat ring 1 PLTU Tenayan, khususnya pada Sumiati ini. Sudah selayaknya kita saling membantu. Ketika ada musibah kita saling tolong-menolong," kata SPV Sekretariat dan Umum PLTU Tenayan Dimas Satriyo Hutomo.

Selain itu pihak PLTU juga memberikan fasilitas antar-jemput dan akomodasi kepada Sumiati dan keluarga untuk kontrol rutin pengobatan di rumah sakit. Diharapkan Sumiati dapat segera sembuh dan beraktivitas kembali seperti sediakala serta dapat melanjutkan sekolahnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:INews
Kategori:Riau, Kesehatan, Pendidikan, Peristiwa, Umum
wwwwww