Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
12 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
15 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
10 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Voli

Webinar Dana Desa, Kemenkeu Ungkap Banyak Kepala Desa Punya Mobil Lebih Bagus dari Camat

Webinar Dana Desa, Kemenkeu Ungkap Banyak Kepala Desa Punya Mobil Lebih Bagus dari Camat
Peneliti BKF Kemenkeu RI, Irwanda Wisnu Wardhana dalam webinar mengenai Dana Desa, Senin (25/1/2021). (gambar: tangkapan layar)
Senin, 25 Januari 2021 11:41 WIB
JAKARTA - Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu RI mengungkapkan bahwa banyak kepala desa memiliki mobil yang lebih bagus dari para camat. Ini menjadi proksi yang menarik dalam menakar akutabilitas Dana Desa.

Hal tersebut diungkap oleh peneliti BKF Kemenkeu RI, Irwanda Wisnu Wardhana dalam webinar mengenai Dana Desa yang berlangsung Senin (25/1/2021).

Data bahwa banyak kepala desa memiliki mobil baru dan lebih bagus dari mobil milik camat tersebut, kata Wisnu, didapat dari penelitian terhadap 2000 desa dan kelurahan yang ada di Indonesia pada 2018 lalu.

"Ini kan menjadi menarik, adanya proksi kepala desa punya mobil baru yang lebih bagus dari camat ini," kata Wisnu.

Di sisi lain, Dana Desa memiliki keunikan tersendiri karena banyaknya pihak yang terlibat (banyak Koki), termasuk Badan Pemerika Keuangan (BPK) RI. Banyaknya 'Koki' Dana Desa, kata Wisnu, bahkan dimulai dari proses formulasi Dana Desa itu sendiri.

Karenanya, menurut Wisnu, evaluasi terhadap Dana Desa atau BLT Dana Desa menjadi penting, dan BKF Kemenkeu RI membuka diri untuk berkolaborasi dengan berbagai peneliti dari luar Kemenkeu RI agar Dana Desa bisa lebih bisa dipastikan berdampak positif pada upaya pemulihan ekonomi desa sehingga mendukung upaya pemeritah dalam mewujudkan pemulihan ekonomi nasional.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Voli, Lingkungan, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww