Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Fraksi PKS Desak Jokowi Batalkan Perpres Legalisasi Miras
Hukum
19 jam yang lalu
Ketua Fraksi PKS Desak Jokowi Batalkan Perpres Legalisasi Miras
2
Pelatih Kepala Pelatnas Pencak Silat SEA Games 2021 Meninggal Dunia
Olahraga
19 jam yang lalu
Pelatih Kepala Pelatnas Pencak Silat SEA Games 2021 Meninggal Dunia
3
Fraksi PAN Sarankan Presiden Cabut Izin Investasi Miras
Hukum
22 jam yang lalu
Fraksi PAN Sarankan Presiden Cabut Izin Investasi Miras
4
Lantik 9 Pejabat, Menpora Ingatkan Perbaikan Tata Kelola Birokrasi
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Lantik 9 Pejabat, Menpora Ingatkan Perbaikan Tata Kelola Birokrasi
5
Ramai RUU Pemilu dan Revisi UU ITE, Formappi Soroti Koordinasi Kemenkumham dengan Presiden serta 'Manutnya' DPR
Politik
21 jam yang lalu
Ramai RUU Pemilu dan Revisi UU ITE, Formappi Soroti Koordinasi Kemenkumham dengan Presiden serta Manutnya DPR
6
Dewas KPK Artidjo Alkostar Meninggal, LaNyalla: Beliau Sosok Panutan Luar Biasa
Peristiwa
18 jam yang lalu
Dewas KPK Artidjo Alkostar Meninggal, LaNyalla: Beliau Sosok Panutan Luar Biasa
Home  /  Berita  /  Olahraga

Dukungan Mengalir Kompetisi IBL Digulirkan

Dukungan Mengalir Kompetisi IBL Digulirkan
Rabu, 03 Februari 2021 20:01 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Harapan menggulirkan Kompetisi IBL 2021 seperti menemukan titik terang. Semua pihak memberi dukungan agar kompetisi olah raga termasuk IBL bisa segera berputar kembali. Hal ini terungkap pada webinar bertajuk “Harapan Olahraga Indonesia di Tengah Pandemi” yang diselenggarakan Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO PWI), Rabu, 3 Februari.

Direktur IBL, Junas Miradiarsjah tampil sebagai pembicara bersama Ketua Bidang Kompetisi dan Pertandingan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia, Hanny Sukarty, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, Wakil Ketua Komis X DPR RI, Dede Yusuf, Kepala Bidang Kerjasama Baintelkam Polri, Kombes Pol Budi Sajidin dan Berton Panjaitan dari Gugus Tugas Covid-19. Menpora Zainudin Amali ditengah kesibukannya, menyempatkan diri memberi sambutan pengantar pada acara ini.

“Kami berharap kompetisi olahraga professional bisa berlangsung lagi. Saya sudah berkomunikasi dengan Kapolri, semoga ada tindak lanjut. Kita akan terus berupaya. Jika ada pertemuan dengan Kapolri, cabor dengan kompetisi professional akan kami undang. Bergulirnya kompetisi liga professional bisa menjadi contoh bagi kegiatan olahraga amatir lain yang juga membutuhkan pertandingan,” kata Menpora.

Ads

“Terima kasih atas semua dukungan, semoga IBL 2021 bisa bergulir pada bulan Maret. Selain mempersiapkan dokumen perijinan kami juga akan mempertajam persiapan teknis,” kata Junas yang juga menjelaskan bahwa sebenarnya dari awal IBL sudah menyiapkan protokol Kesehatan dan mendapatkan rekomendasi dari semua pihak terkait dan siap menggelar kompetisi pada bulan Januari lalu.

“Namun, situasi saat itu membuat kami tak bisa menyelenggarakan Kompetisi IBL 2021 dan terpaksa harus diundur ke bulan Maret,” katanya.

Berton menyebut seluruh stake holder olahraga perlu menggodok bersama rencana kegiatan komptisi bersama dengan gugus tugas. “Menpora juga harus merumuskan panduan teknis bagi penyelenggaran, sehingga penyelenggara kompetisi tidak ragu lagi,” papar Berton.

Budi Sajidin mengakui bisa mengerti keinginan insan olahraga Indonesia. “Namun, sampai sekarang telegram dari Kapolri pada bulan November yang melarang pemberian ijin keramaian belum juga dicabut. Ini yang membuat kepolisian tidak bisa mengeluarkan ijin,” kata Budi.

Dia memberi saran stake holder olahraga untuk berkomunikasi dengan Mabes Polri dengan melampirkan protokol Kesehatan serta rekomendasi dari Gugus Tugas Covid 19, KONI dan Menpora. “Sebagai bocoran ada kabar Kompetisi Liga 1 sepakbola akan bisa dilaksanankan. Mudah-mudahan cabang-cabang olahraga lainnya termasuk bola basket dan bola voli akan menyusul,” tuturnya.

Dede Yusuf pun berharap kompetisi olahraga bisa diijinkan. “Dimasa pandemic, olahraga justru sangat penting untuk peningkatan imun. Hanya, teman-teman jangan berharap bisa melakukan kompetisi dengan sistem yang sama seperti dahulu. Harus ada sistem baru,” saran Dede.

“Harus ada titik temu dari semua pihak baik dari stake holder olahraga, gugus tugas Covid-19 dan pihak terkait hingga dengan Polri,” tambahnya. ***

wwwwww