Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Soal Deni dan Eko, Hifni Ingatkan Sanksi Dan Rekrut Lukman
Olahraga
22 jam yang lalu
Soal Deni dan Eko, Hifni Ingatkan Sanksi Dan Rekrut Lukman
2
Apkori Desak PPON Segera Tuntaskan Masalah Deni dan Eko
Olahraga
13 jam yang lalu
Apkori Desak PPON Segera Tuntaskan Masalah Deni dan Eko
3
Giliran Wakil Ketua Komisi X DPR Bicara Soal Deni dan Eko
Olahraga
10 jam yang lalu
Giliran Wakil Ketua Komisi X DPR Bicara Soal Deni dan Eko
4
Tak Terima KLB Sumut, AHY Ajak 34 Pimpinan DPD Kirim Nota Keberatan ke Kantor Yasonna Laoly
Politik
8 jam yang lalu
Tak Terima KLB Sumut, AHY Ajak 34 Pimpinan DPD Kirim Nota Keberatan ke Kantor Yasonna Laoly
5
Djohan Arifin: PB PABSI Harus Lihat Kepentingan Lebih Besar
Olahraga
7 jam yang lalu
Djohan Arifin: PB PABSI Harus Lihat Kepentingan Lebih Besar
6
Dari Tiga Pimpinan Parlemen, Pengamat: Puan Paling Berpeluang Jadi Capres Ketimbang Bamsoet dan LaNyalla
Politik
7 jam yang lalu
Dari Tiga Pimpinan Parlemen, Pengamat: Puan Paling Berpeluang Jadi Capres Ketimbang Bamsoet dan LaNyalla
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Belum Dieksekusi di DKI, Semacam 'Lockdown' Akhir Pekan jadi Gerakan di Jateng

Belum Dieksekusi di DKI, Semacam Lockdown Akhir Pekan jadi Gerakan di Jateng
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dalam video Instagram berisi ajakan diam di rumah selama akhir pekan. (gambar: tangkapan layar)
Jum'at, 05 Februari 2021 14:59 WIB
JAKARTA - Gubernur Jateng (Jawa Tengah), Ganjar Pranowo menggerakkan warganya untuk tak keluar rumah selama dua hari, Sabtu dan Minggu (6-7/2/2021).

"Hanya dua hari, ya dua hari, tanggal 6 dan 7 Februari, saya meminta panjenengan (anda, red) semua untuk di rumah saja," kata Ganjar dalam sebuah video di media sosial, seperti dilihat GoNews.co, Jumat (5/2/2021).

"Tidak ada yang keluar di jalan. Jangan bepergian! Jangan liburan! Apalagi membuat kerumunan," jelas Ganjar.

Ads

Ganjar memastikan bahwa 2 hari di rumah yang Ia maksud itu, bukanlah sebuah kebijakan Pemprov (pemerintah provinsi) Jateng, melainkan sebuah gerakan kesadaran bersama warga Jateng yang tidak ada konsekuensi sanksi bagi warga yang melanggar.

"Saya tidak memaksa, pun tidak sanksi dan denda. Ini sebuah gerakan untuk mengetuk kesadaran bersama. Semacam hening cipta yang agak lama, sebagai wujud empati dan hormat kita pada pada para pahlawan Covid-19 yang gugur mendahului kita," kata Ganjar.

Apa yang disampaikan Ganjar mengenai 2 hari di akhir pekan untuk berdiam di rumah dan tidak bepergian itu, sekilas mirip dengan wacana lockdown akhir pekan.

Pantauan GoNews.co, video tersebut diunggah pada Kamis (4/2/2021), dan telah ditonton lebih dari 317 ribu kali. Kamis yang sama, Wagub (Wakil Gubernur) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria juga bicara terpantau bicara mengenai lockdown akhir pekan.

Dalam lansiran tempo.co, Riza menyatakan, wacana lockdown akhir pekan merupakan usulan pribadi Anggota Komisi IX Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional) DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia), Saleh P. Daulay. Dan posisi Pemprov DKI, masih mendorong kajian dan menunggu sikap pemerintah pusat.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Umum, Pemerintahan, Lingkungan, Kesehatan, GoNews Group, DKI Jakarta, Jawa Tengah
wwwwww