Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
24 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
3
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
20 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
4
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
19 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
5
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
19 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Home  /  Berita  /  Olympic

Bantah Dukung Moeldoko Nyapres 2024, PKB: Percuma Bumbu Banyak, Kalau Dagingnya Tak Ada

Bantah Dukung Moeldoko Nyapres 2024, PKB: Percuma Bumbu Banyak, Kalau Dagingnya Tak Ada
Wakil Ketua DPP PKB, Jazilul Fawaid. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 05 Februari 2021 16:56 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, membantah tudingan bahwa partainya akan mendukung Moeldoko di Pilpres 2024 mendatang.

Ia menyatakan, sampai saat ini PKB sama sekali belum membahas apapun terkait sosok yang akan diusung sebagai capres di Pilpres 2024 mendatang.

"Itu tidak benar. PKB belum ngurusi capres, apalagi nama calon," tegas Gus Jazil sapaan akrabnya, Jumat (5/2/2021).

Anggota Komisi III DPR yang juga menjabat Wakil Ketua MPR RI itu, juga mengingatkan agar Partai Demokrat tidak melibatkan PKB dalam urusan internal partai lain. "Jangan libatkan PKB dalam masalah rumah tangga orang lain," tegasnya.

Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu juga mengaku heran dan aneh ketua ada kudeta yang kali pertama dilontarkan AHY menyeret nama PKB.

Ia bahkan menilai isu ini seperti lebih banyak 'dibumbui' ketimbang fakta. "Ini aneh. Ibarat masakan, bumbunya makin banyak tapi dagingnya nggak ada, ya percuma," sindirnya.

Sebelumnya, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng menyeret Partai Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam isu kudeta yang diduga dimotori oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Mantan terpidana kasus korupsi megaproyek Hambalang itu menyebut, Moeldoko mendapat dukungan dari PKB dan Partai Nasdem sebagai capres di Pilpres 2024.

"Katanya dia (Moeldoko) direstui oleh pak Lurah dan didukung oleh menteri-menteri. Untuk 2024 katanya didukung PKB dan didukung Nasdem, tinggal Demokrat, begitu katanya," ujar Andi, Jumat (5/2/2021).

Atas keterangan saksi yang didapat DPP Partai Demokrat, kata Andi, AHY kemudian mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengklarifikasinya.

Adapun saksi tersebut merupakan kader dari beberapa DPC Demokrat dengan jumlah sekitar sembilan orang diundang ke Hotel Aston, Jakarta, oleh kader Demokrat yang berada di Jakarta.

"Jadi waktu itu diundang ke Jakarta karena dikatakan ada penyaluran bantuan bencana dan sebagainya. datang lah ke Jakarta, di Jakarta malah dipertemukan dengan pak Moeldoko," ujarnya.

"Pak Moeldoko di situ bicara tentang KLB bahwa dia siap maju menjadi Ketum Partai Demokrat melalui KLB. Karena dia memang mau nyapres Pemilu 2024, katanya sudah didukung oleh pak Lurah, direstusi oleh pak Lurah," sambungnya.

Andi menyebut pertemuan tersebut bukan hanya berlangsung sekali, tetapi ada lanjutannya dengan salah satu petinggi Demokrat. "Kedua pertemuan itu sama-sama membicarakan soal KLB. Moeldoko berencana untuk melakukan pertemuan dalam beberapa gelombang, hanya saja kader kadung melaporkan ini pada Ketum AHY," paparnya.***

wwwwww