Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Fraksi PKS Desak Jokowi Batalkan Perpres Legalisasi Miras
Hukum
19 jam yang lalu
Ketua Fraksi PKS Desak Jokowi Batalkan Perpres Legalisasi Miras
2
Pelatih Kepala Pelatnas Pencak Silat SEA Games 2021 Meninggal Dunia
Olahraga
19 jam yang lalu
Pelatih Kepala Pelatnas Pencak Silat SEA Games 2021 Meninggal Dunia
3
Fraksi PAN Sarankan Presiden Cabut Izin Investasi Miras
Hukum
22 jam yang lalu
Fraksi PAN Sarankan Presiden Cabut Izin Investasi Miras
4
Lantik 9 Pejabat, Menpora Ingatkan Perbaikan Tata Kelola Birokrasi
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Lantik 9 Pejabat, Menpora Ingatkan Perbaikan Tata Kelola Birokrasi
5
Ramai RUU Pemilu dan Revisi UU ITE, Formappi Soroti Koordinasi Kemenkumham dengan Presiden serta 'Manutnya' DPR
Politik
21 jam yang lalu
Ramai RUU Pemilu dan Revisi UU ITE, Formappi Soroti Koordinasi Kemenkumham dengan Presiden serta Manutnya DPR
6
Dewas KPK Artidjo Alkostar Meninggal, LaNyalla: Beliau Sosok Panutan Luar Biasa
Peristiwa
18 jam yang lalu
Dewas KPK Artidjo Alkostar Meninggal, LaNyalla: Beliau Sosok Panutan Luar Biasa
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Bantah Dukung Moeldoko Nyapres 2024, PKB: Percuma Bumbu Banyak, Kalau Dagingnya Tak Ada

Bantah Dukung Moeldoko Nyapres 2024, PKB: Percuma Bumbu Banyak, Kalau Dagingnya Tak Ada
Wakil Ketua DPP PKB, Jazilul Fawaid. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 05 Februari 2021 16:56 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, membantah tudingan bahwa partainya akan mendukung Moeldoko di Pilpres 2024 mendatang.

Ia menyatakan, sampai saat ini PKB sama sekali belum membahas apapun terkait sosok yang akan diusung sebagai capres di Pilpres 2024 mendatang.

"Itu tidak benar. PKB belum ngurusi capres, apalagi nama calon," tegas Gus Jazil sapaan akrabnya, Jumat (5/2/2021).

Ads

Anggota Komisi III DPR yang juga menjabat Wakil Ketua MPR RI itu, juga mengingatkan agar Partai Demokrat tidak melibatkan PKB dalam urusan internal partai lain. "Jangan libatkan PKB dalam masalah rumah tangga orang lain," tegasnya.

Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu juga mengaku heran dan aneh ketua ada kudeta yang kali pertama dilontarkan AHY menyeret nama PKB.

Ia bahkan menilai isu ini seperti lebih banyak 'dibumbui' ketimbang fakta. "Ini aneh. Ibarat masakan, bumbunya makin banyak tapi dagingnya nggak ada, ya percuma," sindirnya.

Sebelumnya, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng menyeret Partai Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam isu kudeta yang diduga dimotori oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Mantan terpidana kasus korupsi megaproyek Hambalang itu menyebut, Moeldoko mendapat dukungan dari PKB dan Partai Nasdem sebagai capres di Pilpres 2024.

"Katanya dia (Moeldoko) direstui oleh pak Lurah dan didukung oleh menteri-menteri. Untuk 2024 katanya didukung PKB dan didukung Nasdem, tinggal Demokrat, begitu katanya," ujar Andi, Jumat (5/2/2021).

Atas keterangan saksi yang didapat DPP Partai Demokrat, kata Andi, AHY kemudian mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengklarifikasinya.

Adapun saksi tersebut merupakan kader dari beberapa DPC Demokrat dengan jumlah sekitar sembilan orang diundang ke Hotel Aston, Jakarta, oleh kader Demokrat yang berada di Jakarta.

"Jadi waktu itu diundang ke Jakarta karena dikatakan ada penyaluran bantuan bencana dan sebagainya. datang lah ke Jakarta, di Jakarta malah dipertemukan dengan pak Moeldoko," ujarnya.

"Pak Moeldoko di situ bicara tentang KLB bahwa dia siap maju menjadi Ketum Partai Demokrat melalui KLB. Karena dia memang mau nyapres Pemilu 2024, katanya sudah didukung oleh pak Lurah, direstusi oleh pak Lurah," sambungnya.

Andi menyebut pertemuan tersebut bukan hanya berlangsung sekali, tetapi ada lanjutannya dengan salah satu petinggi Demokrat. "Kedua pertemuan itu sama-sama membicarakan soal KLB. Moeldoko berencana untuk melakukan pertemuan dalam beberapa gelombang, hanya saja kader kadung melaporkan ini pada Ketum AHY," paparnya.***

wwwwww