Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dipaksa Oral Seks, Sekretaris Mengaku Tak Berani Melawan Bos Bank Internasional
Hukum
19 jam yang lalu
Dipaksa Oral Seks, Sekretaris Mengaku Tak Berani Melawan Bos Bank Internasional
2
Paksa Sekretaris Oral Seks saat Sembahyang, Bos Bank, Jimmy: Saya Lagi Mabuk Pak
Hukum
19 jam yang lalu
Paksa Sekretaris Oral Seks saat Sembahyang, Bos Bank, Jimmy: Saya Lagi Mabuk Pak
3
Dukung KLB, Barisan Massa Demokrat Minta AHY Mundur dari Jabatan Ketum
Politik
19 jam yang lalu
Dukung KLB, Barisan Massa Demokrat Minta AHY Mundur dari Jabatan Ketum
4
Terangsang saat Kantor Sepi, Bos Bank Jimmy Cabuli 2 Sekretarisnya di Kantor
Peristiwa
19 jam yang lalu
Terangsang saat Kantor Sepi, Bos Bank Jimmy Cabuli 2 Sekretarisnya di Kantor
5
Siarkan Konten Horor di Rumah Kosong, Bigo Live Gandeng Raffi Ahmad
Peristiwa
20 jam yang lalu
Siarkan Konten Horor di Rumah Kosong, Bigo Live Gandeng Raffi Ahmad
6
Cabut Perpres Miras, Jokowi Dianggap Tunjukkan Sikap Demokratis
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Cabut Perpres Miras, Jokowi Dianggap Tunjukkan Sikap Demokratis
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Pakar Sebut Semburan Gas di Ponpes Al Ihsan Pekanbaru Jenis Bio Genik

Pakar Sebut Semburan Gas di Ponpes Al Ihsan Pekanbaru Jenis Bio Genik
Lokasi semburan gas di Pondok Pesantren Al Ihsan Pekanbaru, Jumat (05/2/2021). Foto Heru Maindikali.
Jum'at, 05 Februari 2021 20:24 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Pakar Perminyakan Riau, Dr Eng Muslim, mengatakan semburan gas yang terjadi di komplek Yayasan Al Ihsan, Kelurahan Tujuh Puluh, Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau sejak Kamis (4/2/2021) kemarin, merupakan jenis Gas Bio Genik atau gas rawa.

Muslim mengatakan jenis gas ini biasanya mengeluarkan semburan gas yang tidak banyak. "Kalau gasnya banyak pasti sudah dibuat sumur gas, sampai hari ini pasti masih keluar gasnya. Gas Bio Genik ini biasanya tidak terlalu banyak dan akan mati dengan sendirinya dalam waktu tertentu," kata Muslim, Jumat (5/2/2021).

Lebih lanjut Muslim menjelaskan, untuk mengecek kandungan gas tersebut beracun atau tidak, pria yang mengenyam pendidikan di Korea Selatan ini menyebutkan, pemerintah harus melakukan pengecekan terlebih dahulu dengan menggunakan alat Gas Detector.

Ads

"Inikan harus jelas dulu hasil pengujian gas ini, baunya menyengat atau tidak? Kalau bau menyengat itu H2S namanya. Dan kalau gas sampai menyebur tinggi ke atas tentu harus lebih mudah lagi mendeteksi baunya," jelasnya.

"Jika gas tersebut tidak beracun atau tidak mengeluarkan bau, gas tersebut adalah gas metana atau CH4," jelasnya.

Kemudian, Dekan Fakultas Teknik Universitas Islam Riau (UIR) ini mengatakan, bahwa kejadian tersebut merupakan hal yang biasa terjadi dan bukan sesuatu yang aneh.

"Ini sering ditemukan, bukan sesuatu yang langka. Kalau ada orang ngebor sumur terus tiba-tiba keluar gas itu bukan sesuatu yang aneh," pungkasnya. ***

Kategori:Lingkungan, Riau
wwwwww