Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
15 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
15 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
15 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
15 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
14 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Komodoti Gula Aren Bisa Jadi Peluang Usaha Besar, Ketua DPD: Produksi di Daerah Harus Digenjot!

Komodoti Gula Aren Bisa Jadi Peluang Usaha Besar, Ketua DPD: Produksi di Daerah Harus Digenjot!
Ilustrasi Gula Aren. (foto: Istimewa)
Rabu, 10 Februari 2021 21:45 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, melihat peluang usaha besar di komoditi gula aren. Oleh karena itu, LaNyalla berharap produksi gula aren di sejumlah daerah harus digenjot, termasuk di Sumatera Utara. Namun diperlukan penataan dan perbaikan tata niaga.

"Gula aren itu memiliki penggemar tersendiri di tengah-tengah masyarakat. Sehingga potensi pemasaran gula aren menjadi sangat besar. Bahkan, gula aren bisa dijadikan peluang usaha yang sangat besar dan menguntungkan. Ini yang harus bisa dimanfaatkan," tutur mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu, Rabu (10/2/2021).

Untuk meningkatkan nilai jual gua aren, LaNyalla menilai pembenahan harus dilakukan beberapa bidang, termasuk tata niaganya.

Menurutnya, salah satu kendala adalah kemasan gula aren masih sederhana, belum menggunakan package yang menarik dan mampu bersaing dengan produksi gula putih yang umumnya ditemukan di pasaran.

"Hal ini harus diperhatikan oleh para pengrajin gula, agar memulai mengemas gula aren dengan package yang lebih menarik konsumen. Kemasan harus diperhatikan karena menjadi hal penting untuk menaikkan nilai jual suatu produk," katanya.

Senator asal Jawa Timur itu menambahkan, produksi gula aren saat ini sudah berkembang seperti produksi gula semut. Produk gula aren juga dapat dijumpai di hotel dan restoran

"Produksi gula aren cukup banyak di daerah-daerah seperti Sumut, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, NTB dan daerah-daerah lainnya. Bahkan, gula aren Banten telah tembus pasar dunia. Ini momentum yang baik untuk sama-sama meningkatkan produksinya," katanya.

Namun, mantan Ketua Umum PSSI ini berharap ada langkah pembinaan untuk standarisasi kualitas dan kemasan gula aren untuk menarik pasar domestik dan nasional.

Menurutnya, langkah yang dilakukan oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara kepada para anggota Asosiasi Aren Indonesia (AAI) bisa dijadikan contoh.

Wagubsu mendukung AAI untuk memajukan dan meningkatkan produksi gula merah melalui berbagai langkah pembinaan hingga standarisasi hasil pertanian dari pohon aren.***

wwwwww