Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Komnas HAM dan Polri Jajaki Mekanisme Kerjasama Penanganan Kasus ITE
Nasional
18 jam yang lalu
Komnas HAM dan Polri Jajaki Mekanisme Kerjasama Penanganan Kasus ITE
2
Anggota IPW Tersangka Kasus ITE, Selanjutnya Tergantung Pelapor
Hukum
17 jam yang lalu
Anggota IPW Tersangka Kasus ITE, Selanjutnya Tergantung Pelapor
3
Eks Menteri KP dari Gerindra Siap Dihukum Mati, KPK: Majelis Hakim yang Memutuskan
Hukum
16 jam yang lalu
Eks Menteri KP dari Gerindra Siap Dihukum Mati, KPK: Majelis Hakim yang Memutuskan
4
Survei Membuktikan! PDIP Wangi meski Belasan Ribu Cuit Ramaikan Tagar #PDIPJuaraKorupsi
Politik
15 jam yang lalu
Survei Membuktikan! PDIP Wangi meski Belasan Ribu Cuit Ramaikan Tagar #PDIPJuaraKorupsi
5
Incar Emas Keenam di PON Papua, Yana Komara Tak Terhalang Usia 
Olahraga
11 jam yang lalu
Incar Emas Keenam di PON Papua, Yana Komara Tak Terhalang Usia 
6
Deretan Public Figur Ini Disunat saat Dewasa dengan Metode Gun Stapler
Umum
11 jam yang lalu
Deretan Public Figur Ini Disunat saat Dewasa dengan Metode Gun Stapler
Home  /  Berita  /  Politik

Giliran LaNyalla dan Nono Sampono Terima Vaksin Sinovac

Giliran LaNyalla dan Nono Sampono Terima Vaksin Sinovac
Ketua DPD RI, LaNyalla M Mattaliti saat menerima Vaksin. (Foto: Humas)
Rabu, 10 Februari 2021 21:58 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Satu per satu pejabat lembaga tinggi negara menerima suntikan vaksin Covid-19 Sinovac. Kali ini Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dan Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono. Vaksinasi dilakukan di ruang MCU RSPAD Jakarta, Rabu (10/2/2021) siang.

Seperti diketahui, LaNyalla dan Nono Sampono telah memasuki usia kepala enam. Sehingga baru mendapat vaksin jenis Sinovac yang diperuntukkan bagi penerima di atas usia 59 tahun. Karena produk pertama Sinovac diperuntukkan bagi usia 18 hingga 59 tahun.

"Alhamdulillah saya sama Pak Nono hari ini sudah divaksin oleh dokter Endra dari RSPAD. Tidak ada efek samping apa-apa. Karena itu jangan lagi ada penyebaran informasi yang tidak akurat terkait program vaksinasi, sehingga tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat," ungkap LaNyalla.

Ads

Senator asal Jawa Timur itu juga meminta Menteri Kesehatan agar distribusi vaksin ke daerah-daerah bisa lebih cepat. Sehingga tujuan untuk membentuk herd immunity di masyarakat segera terwujud.

Terutama seiring dengan penyiapan Puskesmas sebagai lokasi vaksinasi di daerah-daerah. Sehingga tidak harus terpusat di rumah sakit utama di di daerah. "Jadi terjadi percepatan vaksinasi massal. Asal disiapkan betul sarana dan sumber daya manusianya," tambahnya.***

wwwwww