Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Komnas HAM dan Polri Jajaki Mekanisme Kerjasama Penanganan Kasus ITE
Nasional
18 jam yang lalu
Komnas HAM dan Polri Jajaki Mekanisme Kerjasama Penanganan Kasus ITE
2
Anggota IPW Tersangka Kasus ITE, Selanjutnya Tergantung Pelapor
Hukum
17 jam yang lalu
Anggota IPW Tersangka Kasus ITE, Selanjutnya Tergantung Pelapor
3
Eks Menteri KP dari Gerindra Siap Dihukum Mati, KPK: Majelis Hakim yang Memutuskan
Hukum
16 jam yang lalu
Eks Menteri KP dari Gerindra Siap Dihukum Mati, KPK: Majelis Hakim yang Memutuskan
4
Survei Membuktikan! PDIP Wangi meski Belasan Ribu Cuit Ramaikan Tagar #PDIPJuaraKorupsi
Politik
15 jam yang lalu
Survei Membuktikan! PDIP Wangi meski Belasan Ribu Cuit Ramaikan Tagar #PDIPJuaraKorupsi
5
Incar Emas Keenam di PON Papua, Yana Komara Tak Terhalang Usia 
Olahraga
11 jam yang lalu
Incar Emas Keenam di PON Papua, Yana Komara Tak Terhalang Usia 
6
Deretan Public Figur Ini Disunat saat Dewasa dengan Metode Gun Stapler
Umum
11 jam yang lalu
Deretan Public Figur Ini Disunat saat Dewasa dengan Metode Gun Stapler
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Jurus Masak Ala Dapur Umami, Agar Tetap Bahagia saat Pandemi

Jurus Masak Ala Dapur Umami, Agar Tetap Bahagia saat Pandemi
Ilustrasi memasak. (Foto: Internet)
Kamis, 11 Februari 2021 13:40 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA -Pandemi Covid-19 nampaknya belum juga berakhir di Indonesia. Alhasil, banyak pekerja kantoran kembali memperpanjang ngantor di rumah alias work from home (WFH). Tak perlu khawatir, selama WHF banyak cara agar kita tetap bahagia, salah satunya dengan memasak.

Hal ini pula yang dilakukan Chef Andry Abboud. Bagi Abboud, memasak mempunyai banyak fungsi antara lain: membantu mengembangkan diri, meningkatkan kreativitas, meningkatkan kesabaran, menenangkan hati, meredakan stres, dan membuat bahagia.

"Saya selalu mengatakan bahwa dapur merupakan dunia yang berbeda, dunia dengan aturan main sendiri. Saya selalu encourage orang dengan mengatakan 'Hampir tidak ada yang salah di dapur kita'. My kitchen, my rules! Itu sebab di dapur rumah, kita bisa menjadi diri kita sendiri, menjadi kreatif tanpa batas. Bukankah membahagiakan bisa menjadi diri sendiri di dunia yang kita ciptakan?," ujar Abboud di Jakarta.

Ads

Lulusan dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Jawa Barat ini memaparkan, makan merupakan kebutuhan hidup, sementara memasak merupakan pilihan. Oleh karena itu bila kita melakukan pilihan hidup, kita dapat melakukannya dengan sepenuh hati. Hal inilah yang membuat ketika kita memasak maka akan membuat kita bahagia.

Abboud mengungkapkan, hak memilih juga ada ketika kita menyusun menu, menentukan rasa, membuat diri kita dan keluarga merasakan nikmat makan, menambah pengalaman baru dengan mencoba menu baru, dan lainnya. Tidak ada menu khusus untuk menunjang kebahagian. Karena kepercayaan diri itu salah satu faktor yang menunjang kebahagiaan ketika memasak.

"Cukup dengan menu yang kita suka atau yang membuat kita tertarik untuk mencoba memasak. Biasanya menu-menu andalan, tren, atau challenging yang bisa membuat kita lebih merasa punya achievement. Perasaan berhasil dan bangga akan hasil dari masakan tersebut membuat kita lebih percaya diri. Kepercayaan diri itu salah satu faktor yang menunjang kebahagiaan di dapur. Isn’t it right?," tegasnya.

Terkait riset bahwa memakan makanan yang sudah masak menjadikan kita bahagia, Abboud memaparkan, untuk sebagian orang memang benar makan makanan yang sudah masak bisa menjadi kita bahagia. Karena sebagian orang lainnya kadang-kadang cukup puas dan bahagia melihat keluarga dan teman menikmati hasil masakan kita.
"Saya pribadi bisa merasakan keduanya. Saya bahagia dengan makan hasil masakan saya, dan saya bahagia melihat orang suka dan menghabiskan hasil masakan saya," paparnya.

Abboud berpesan untuk orang-orang yang tengah gemar memasak maka harus faham bahwa tidak ada yang salah di dapur. Karena ketika kita memasak, kita dan keluarga menyukai hasil masakan kita, so… tidak ada seorangpun yang bisa menyalahkan. Tapi dunia memasak adalah dunia ilmu tanpa batas. Selalu ada hal baru di dalamnya.

"Jadi, belajarlah terus untuk berkembang. Jangan pernah merasa cukup ilmu memasak. Kesampingkan ego dan teruslah belajar. Penilaian selalu ada dan datang berlapis-lapis. Penilaian kita sendiri, keluarga, teman dan masyarakat. Bersiaplah untuk melalui setiap lapisan penilaian dengan berkembangnya ilmu memasak kita," tuturnya.

Mr. Ichiro Sakakura, Presiden Direktur PT Ajinomoto Indonesia mengatakan, pihaknya akan terus berkomitmen dan berkontribusi di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya adalah meningkatkan kebahagiaan masyarakat melalui menu-menu yang disajikan melalui Corporate Movie terbaru.

Menu masakan dari PT PT Ajinomoto Indonesia tersebut juga bisa dilihat pada www.dapurumami.com. "Di sana tersedia aneka ragam menu yang bisa dimasak oleh masyarakat Indonesia, terutama untuk Anda yang kebingungan cari inspirasi masakan di tengah pandemi ini," jelasnya.

Dapur Umami merupakan platform dari PT Ajinomoto Indonesia untuk semua orang mendapatkan berbagai referensi menu yang praktis, lezat dan bergizi yang telah hadir sejak tahun 2011.

"Kami ingin terus berkontribusi bagi Masyarakat Indonesia, meski dalam situasi pandemi Covid-19 dan beradaptasi dengan Kebiasaan Baru," ujar Mr. Ichiro Sakakura, Presiden Direktur PT Ajinomoto Indonesia.

"Melalui berbagai menu yang lezat dan bergizi seimbang dari Dapur Umami, kami merepresentasikan semangat kami untuk menyatukan keluarga dengan masakan dan makan makanan bergizi yang lezat, tentunya dengan produk dan layanan kami, dan kami pastikan pandemi dan situasi kebiasaan baru ini tidak membuat semangat kami menurun," tutupnya.

Anda dapat menyaksikan Corporate Movie terbaru AJINOMOTO INDONESIA pada : https://www.youtube.com/watch?v=dRO9w7X6O8c&t=11s

wwwwww