Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
11 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
12 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
15 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Dollar AS Turun Tipis, Bitcoin Naik Terus

Dollar AS Turun Tipis, Bitcoin Naik Terus
Ilustrasi grafik bitcoin/dollar. (gambar: tangkapan layar situs id.tradingview.com)
Jum'at, 12 Februari 2021 12:35 WIB
JAKARTA - Dolar turun tipis terhadap beberapa mata uang utama pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena terbebani oleh data klaim pengangguran AS yang sedikit lebih lemah dari perkiraan, mengikuti angka inflasi hangat dan pesan dovish (kecondongan untuk menunda kenaikan suku bunga, red) dari Federal Reserve (Bank Sentral Amerika Serikat) pada sesi sebelumnya.

Di sektor mata uang kripto, bitcoin mencapai rekor 48.481,45 dolar AS, dan terus bergerak menuju angka 50.000 dolar AS. Bitcoin terakhir naik 6,3 persen pada 47.685 dolar AS, menguat setelah berita bahwa BNY Mellon menjadi perusahaan terbaru yang merangkul mata uang kripto, sebagaimana dikutip dari antaranews.com, Jumat (12/2/2021).

Data Kamis (11/2/2021) menunjukkan bahwa klaim awal untuk tunjangan pengangguran berjumlah 793.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 6 Februari, dibandingkan dengan 812.000 seminggu sebelumnya.

Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan ada 757.000 aplikasi untuk periode tersebut.

"Laju perbaikan glasial pasar kerja membenarkan bias dovish Federal Reserve yang dapat membuat dolar rentan terhadap peningkatan kelemahan dalam jangka pendek," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions, Washington, dalam lansiran tersebut.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Ekonomi, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww