Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atlet Pelatnas Bulutangkis Jalani Enam Test Fisik
Olahraga
18 jam yang lalu
Atlet Pelatnas Bulutangkis Jalani Enam Test Fisik
2
Klarifikasi Komjen Pongrekun terkait Potongan Video: 'Menggunakan Masker Jangan Dipikir Aman'
Umum
16 jam yang lalu
Klarifikasi Komjen Pongrekun terkait Potongan Video: Menggunakan Masker Jangan Dipikir Aman
3
Bapak Ibu Siap-siap Hemat Ya, Listrik dan Gas LPG 3 Kg Mau Naik Lagi Nih!
Peristiwa
18 jam yang lalu
Bapak Ibu Siap-siap Hemat Ya, Listrik dan Gas LPG 3 Kg Mau Naik Lagi Nih!
4
Ditanya Netizen Soal Agama, Komisaris PT Pelni Sebut Dirinya 'Penyembah Galon'
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Ditanya Netizen Soal Agama, Komisaris PT Pelni Sebut Dirinya Penyembah Galon
5
Dedek Bayi Pengidap Omfalokal di Kampar Dapat Bantuan dari Forum Pekanbaru Bertuah
Umum
19 jam yang lalu
Dedek Bayi Pengidap Omfalokal di Kampar Dapat Bantuan dari Forum Pekanbaru Bertuah
6
Hadapi Bima Perkasa, David Singleton: Louvre Tak Mudah Dikalahkan
Olahraga
13 jam yang lalu
Hadapi Bima Perkasa, David Singleton: Louvre Tak Mudah Dikalahkan
Home  /  Berita  /  Umum

NASA Jelaskan Foto 'Sungai Emas' Amazon

NASA Jelaskan Foto Sungai Emas Amazon
Gambar Peru timur yang ditangkap oleh seorang astronot di Stasiun Ruang Angkasa Internasional. (foto: ist./nasa)
Jum'at, 12 Februari 2021 13:02 WIB
JAKARTA - NASA (National Aeronautics and Space Administration) merilis foto-foto yang mengungkap luasnya penambangan emas di hutan hujan Amazon, Peru. Sebagian besar diduga ilegal.

Foto yang ditangkap dari Stasiun Ruang Angkasa Internasional itu tampak menggambarkan 'sungai emas' yang sebenarnya adalah lubang-lubang yang diyakini telah digali oleh penambang tanpa izin, di negara pengekspor emas terbanyak itu. Lubang-lubang tambang emas itu terlihat akibat pantulan sinar matahari.

Lubang-lubang tempat para penambang mencari emas tampak sebagai ratusan cekungan berisi air, dikelilingi oleh lumpur di tempat vegetasi telah dihilangkan, jelas NASA dalam lansiran BBC Indonesia yang dikutip GoNews.co, Jumat (12/2/2021).

Di beberapa bagian wilayah, yang merupakan rumah bagi beberapa spesies termasuk monyet, jaguar, dan kupu-kupu, para ilmuwan percaya bahwa pertambangan adalah penyebab utama deforestasi.

Pada Januari 2019, sebuah studi menemukan bahwa pertambangan emas menghancurkan sekitar 22.930 hektare hutan hujan Amazon Peru pada tahun 2018, menurut organisasi Monitoring of the Andean Amazon Project.

Didukung oleh kenaikan harga emas, masyarakat dari komunitas lokal yang seringkali miskin melihat peluang untuk mencari nafkah dari pertambangan. Pada tahun 2012, diperkirakan ada 30.000 penambang skala kecil yang bekerja di wilayah subur tersebut.

Di bagian lain Peru, La Pampa, demam emas yang berlangsung hampir satu dekade akhirnya dihentikan oleh pemerintah pada 2019 ketika sekitar 5.000 penambang diusir.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Internasional, Ekonomi, Umum
wwwwww