Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Drawing Pembagian Grup Piala Menpora 2021 Digelar Pekan Depan
Sepakbola
18 jam yang lalu
Drawing Pembagian Grup Piala Menpora 2021 Digelar Pekan Depan
2
'Database' TNI-Polri Mengonfirmasi Seorang Korban Tewas di Baku Tembak di Mimika adalah Danton TPN OPM
Peristiwa
18 jam yang lalu
Database TNI-Polri Mengonfirmasi Seorang Korban Tewas di Baku Tembak di Mimika adalah Danton TPN OPM
3
Bicara Tenis Meja, Ling Ling Agustin: Itu Banyolan Doang
Olahraga
9 jam yang lalu
Bicara Tenis Meja, Ling Ling Agustin: Itu Banyolan Doang
4
Dibekukan OJK, Masyarakat Diminta tidak Gunakan 51 Pinjaman Online Ilegal Berikut Ini
Ekonomi
18 jam yang lalu
Dibekukan OJK, Masyarakat Diminta tidak Gunakan 51 Pinjaman Online Ilegal Berikut Ini
5
PSIS Sukses Rekrut 8 Pemain Yang Jadi Target
Sepakbola
17 jam yang lalu
PSIS Sukses Rekrut 8 Pemain Yang Jadi Target
6
Krisna Bayu Sarankan Lifter Deni Minta Maaf
Olahraga
15 jam yang lalu
Krisna Bayu Sarankan Lifter Deni Minta Maaf
Home  /  Berita  /  Umum

NASA Jelaskan Foto 'Sungai Emas' Amazon

NASA Jelaskan Foto Sungai Emas Amazon
Gambar Peru timur yang ditangkap oleh seorang astronot di Stasiun Ruang Angkasa Internasional. (foto: ist./nasa)
Jum'at, 12 Februari 2021 13:02 WIB
JAKARTA - NASA (National Aeronautics and Space Administration) merilis foto-foto yang mengungkap luasnya penambangan emas di hutan hujan Amazon, Peru. Sebagian besar diduga ilegal.

Foto yang ditangkap dari Stasiun Ruang Angkasa Internasional itu tampak menggambarkan 'sungai emas' yang sebenarnya adalah lubang-lubang yang diyakini telah digali oleh penambang tanpa izin, di negara pengekspor emas terbanyak itu. Lubang-lubang tambang emas itu terlihat akibat pantulan sinar matahari.

Lubang-lubang tempat para penambang mencari emas tampak sebagai ratusan cekungan berisi air, dikelilingi oleh lumpur di tempat vegetasi telah dihilangkan, jelas NASA dalam lansiran BBC Indonesia yang dikutip GoNews.co, Jumat (12/2/2021).

Ads

Di beberapa bagian wilayah, yang merupakan rumah bagi beberapa spesies termasuk monyet, jaguar, dan kupu-kupu, para ilmuwan percaya bahwa pertambangan adalah penyebab utama deforestasi.

Pada Januari 2019, sebuah studi menemukan bahwa pertambangan emas menghancurkan sekitar 22.930 hektare hutan hujan Amazon Peru pada tahun 2018, menurut organisasi Monitoring of the Andean Amazon Project.

Didukung oleh kenaikan harga emas, masyarakat dari komunitas lokal yang seringkali miskin melihat peluang untuk mencari nafkah dari pertambangan. Pada tahun 2012, diperkirakan ada 30.000 penambang skala kecil yang bekerja di wilayah subur tersebut.

Di bagian lain Peru, La Pampa, demam emas yang berlangsung hampir satu dekade akhirnya dihentikan oleh pemerintah pada 2019 ketika sekitar 5.000 penambang diusir.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Internasional, Ekonomi, Umum
wwwwww