Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Anggota Dewas KPK Artidjo Alkostar Dikabarkan Meninggal Dunia
Peristiwa
8 jam yang lalu
Anggota Dewas KPK Artidjo Alkostar Dikabarkan Meninggal Dunia
2
Deretan Artis, Politisi dan Wartawan yang Jualan Kopi hingga Barista Indonesia yang Meracik Kopi di Luar Negeri
Umum
22 jam yang lalu
Deretan Artis, Politisi dan Wartawan yang Jualan Kopi hingga Barista Indonesia yang Meracik Kopi di Luar Negeri
3
Jadi Presiden KMLI, Atta Halilintar: Terima Kasih Babeh Bamsoet
Umum
24 jam yang lalu
Jadi Presiden KMLI, Atta Halilintar: Terima Kasih Babeh Bamsoet
4
Rachmad Darmawan Sudah Pimpin Latihan Madura United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Rachmad Darmawan Sudah Pimpin Latihan Madura United FC
5
Dua Pemain Persija Cerita Soal Vaksin Covid 19
Sepakbola
23 jam yang lalu
Dua Pemain Persija Cerita Soal Vaksin Covid 19
6
Hadapi Piala Menpora 2021, Persija Latihan Perdana di Sawangan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Hadapi Piala Menpora 2021, Persija Latihan Perdana di Sawangan
Home  /  Berita  /  Nasional

Anggota MPR RI: Perlu Narasi Baru untuk Menghidupkan Pancasila

Anggota MPR RI: Perlu Narasi Baru untuk Menghidupkan Pancasila
Anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem (Nasional Demokrat), Willy Aditya (kanan) dalam Unusida, Jawa Timur, Sabtu (13/2/2021). (foto: ist.)
Sabtu, 13 Februari 2021 15:58 WIB
SIDOARJO - Anggota MPR RI (Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia), Willy Aditya, menyampaikan pentingnya literasi dan narasi dari nilai-nilai kebangsaan dihidupkan kembali. Kampus bisa memulai gerakan demikian.

"Kita sudah terlalu lama, menyaksikan metode sosialisasi Pancasila. Namun yang kita lihat justru kering dari semangat. Pancasila selalu berada di langit-langit. Karena itu saya mau memulai metode baru yang lebih melibatkan banyak kalangan dan menggunakan metode dari bawah ke atas, seperti Pancasila diramu oleh Soekarno dulu," kata Willy dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Universitas Nahdlatul Ulama, Sidoarjo (Unusida), Sabtu (13/2/2021).

Dia melanjutkan, untuk itu kita butuh literasi dan narasi. Dua hal ini harus sejalan agar masyarakat Pancasila terus berkembang.

Ads

"Bahkan kitab suci pun dimulai dengan dorongan berliterasi, iqra. Literasi yang saya maksud bukan hanya sekedar buku. Buku memang penting. Namun jauh dari itu menyimak dan menggali pengetahuan dari lingkungan kita dan kehidupan sehari-hari, teramat penting untuk dilewatkan," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Unusida Fatkul Anam mendukung pengembangan gagasan ini. Dia menilai kaum muda menjadi tonggak penting untuk distimuli dalam rangka meningkatkan literasi dan narasi kebangsaan.

"Di tengah kondisi begitu mudahnya hoaks disebarluaskan, nasionalisme tetap harus kita bangun dari tunas-tunas muda. Tidak hanya sosialisasi, tapi juga implementasi. Menghadirkan Pancasila di rumah kita. Bukan hanya dirumah kita, tapi di lingkungan kita juga," ucapnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, MPR RI, Nasional, Pendidikan, Umum
wwwwww