Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
'Dear' AHY, Jika Merasa Istana Campur Tangan maka Lakukanlah Ini!
Nasional
10 jam yang lalu
Dear AHY, Jika Merasa Istana Campur Tangan maka Lakukanlah Ini!
2
Terkuak, Eko Sudah Tidak Latihan di Markas Pelatnas Olimpiade Sejak Juli 2020
Olahraga
18 jam yang lalu
Terkuak, Eko Sudah Tidak Latihan di Markas Pelatnas Olimpiade Sejak Juli 2020
3
Moeldoko Kudeta Demokrat, SBY Ajak Kadernya 'Perang'
Politik
20 jam yang lalu
Moeldoko Kudeta Demokrat, SBY Ajak Kadernya Perang
4
Pernah Laporkan Abu Janda, Kini Haris Pratama Dicopot dari Jabatan Ketua Umum KNPI
Politik
20 jam yang lalu
Pernah Laporkan Abu Janda, Kini Haris Pratama Dicopot dari Jabatan Ketua Umum KNPI
5
Ngaku Bandel, Sori Endah: Harus Ada Solusi Terbaik
Olahraga
17 jam yang lalu
Ngaku Bandel, Sori Endah: Harus Ada Solusi Terbaik
6
Rongrong Wibawa Presiden, DPN Kombatan Desak Jokowi Copot Moeldoko dari KSP
Politik
20 jam yang lalu
Rongrong Wibawa Presiden, DPN Kombatan Desak Jokowi Copot Moeldoko dari KSP
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Saran Dokter, Ini yang Perlu Dilakukan Setelah Disuntik Vaksin Covid-19

Saran Dokter, Ini yang Perlu Dilakukan Setelah Disuntik Vaksin Covid-19
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada pasien (ilustrasi). (merdeka.com)
Minggu, 14 Februari 2021 10:37 WIB
JAKARTA -- Beragam gejala bisa timbul pasca pasca menjalani suntikan vaksin Covid-19, seperti nyeri pada bekas suntikan, bengkak dan kemerahan di lokasi suntikan serta demam dan sakit kepala.

Dikutip dari Republika.co.id, dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Iris Rengganis, mengatakan, kondisi tersebut bisa diamati 30 menit setelah seseorang divaksinasi.

Apabila ada demam, dokter spesialis penyakit dalam di Stony Brook, New York, Sunitha Posina, menyebut ini artinya tubuh sedang mengajari sistem kekebalan untuk mengenali dan menyerang virus. Namun bila tidak demam, kondisi Anda juga tetap akan baik-baik saja dan vaksin berhasil untuk Anda.

Ads

Dua dokter yang pernah divaksin, yakni Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuawono dan pakar kesehatan jantung dan pembuluh darah Vito A Damay mengatakan tak merasakan gejala apapun setelah divaksin. Untuk mengurangi efek samping vaksin, jangan minum obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen (Advil) atau acetaminophen (Tylenol) sebelum vaksinasi.

''Kami tidak tahu apakah itu akan mempengaruhi sistem kekebalan Anda atau tidak, karena obat-obat ini tidak diikutsertakan sebagai bagian dari percobaan vaksin,'' kata Posina seperti dikutip dari Livestrong, Ahad (14/2).

Terlebih lagi, tidak semua orang mengalami efek samping sehingga tak ada alasan untuk mengonsumsi obat bebas apabila Anda tidak memerlukannya. Satu pengecualian pada Anda yang secara teratur menggunakan NSAID untuk kondisi yang sudah ada sebelumnya, seperti arthritis atau menderita migrain dan perlu meminum obat untuk menghilangkan rasa sakit, maka tidak apa-apa meminumnya.

Usai divaksin, gerakkan lengan Anda untuk meningkatkan aliran darah dan melatih otot pada lengan itu. Menurut Posina, membuat anggota tubuh Anda bergerak dapat membantu mengurangi rasa sakit dan bengkak di tempat suntikan.

Anda bisa juga mengompres lengan dengan kain yang sudah dibahasi air dingin untuk mengurangi pembengkakan. Apabila Anda demam, cobalah minum acetaminophen (Tylenol). ''Tidak ada data yang menunjukkan mengonsumsi acetaminophen setelah vaksin akan mengganggu respons kekebalan,'' ujar Posina.

Berbaring dan istirahat, tetaplah terhidrasi dan secara umum dengarkan tubuh Anda. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), efek samping vaksin akan hilang dalam beberapa hari. Apabila kemerahan dan nyeri di lengan Anda semakin memburuk setelah 24 jam atau segeralah berkonsultasi dengan dokter. 

Posina mengatakan, Anda harus segera ke dokter bila mengalami demam tinggi (39 derajat celsius) selama tiga hari berturut-turut atau mengalami masalah pernapasan, nyeri dada, dan mengi. Ini bukan efek samping yang diharapkan dan membutuhkan perhatian medis.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Kesehatan
wwwwww