Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
23 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
24 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
24 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
5 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
5
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
23 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
6
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Nasional

Kasus Bansos, KPK Digugat karena Belum Periksa Ihsan Yunus

Kasus Bansos, KPK Digugat karena Belum Periksa Ihsan Yunus
Kader PDIP, Ihsan Yunus. (foto: ist. via dpr.go.id)
Sabtu, 20 Februari 2021 07:18 WIB
JAKARTA - Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) menggugat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena tak juga memeriksa kader PDIP (Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan), Ihsan Yunus, terkait kasus bantuan sosial (Bansos).

Dari hasil rekonstruksi kasus, diketahui bahwa politisi PDIP itu diduga terlibat karena melakukan pertemuan dengan pejabat Kementerian Sosial dan salah satu tersangka kasus bansos ini yakni, Matheus Joko Santoso. Operator Ihsan yang bernama Agustri Yogasmara alias Yogas juga disebut menerima uang Rp1.532.844.000 dan dua sepeda merek Brompton dari Tersangka Harry Sidabuke.

KPK juga sudah menggeledah rumah orang tua kader PDIP itu di bilangan Jakarta Timur. Tapi, MAKI mencatat bahwa KPK hingga saat ini belum pernah diberitakan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Ihsan Yunus sebagai saksi.

"Sehingga, patut diduga Termohon (KPK) tidak profesional," kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman dalam keterangan tertulis yang dikutip GoNews.co, Sabtu (20/2/2021).

Adapun gugatan terhadap KPK itu didaftarkan ke PN Jaksel pada Jumat, kemarin.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Nasional, Metropolitan, Beladiri
wwwwww