Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Bantu Karena Tak Terima Diputus Pacar, Gadis Ini Malah Dicabuli Dukun
Hukum
21 jam yang lalu
Minta Bantu Karena Tak Terima Diputus Pacar, Gadis Ini Malah Dicabuli Dukun
2
Meraup Berkah di Tanjakan Maut Sitinjau Laut Melalui Akun Youtube
Umum
21 jam yang lalu
Meraup Berkah di Tanjakan Maut Sitinjau Laut Melalui Akun Youtube
3
Penagih Utang Tewas Dikeroyok di Cipondoh, 5 Warga Diamankan Polisi
Peristiwa
19 jam yang lalu
Penagih Utang Tewas Dikeroyok di Cipondoh, 5 Warga Diamankan Polisi
4
Menghilang 1,5 Bulan, Pria di Aceh Ditemukan Tinggal Kerangka Dekat Gubuk
Peristiwa
21 jam yang lalu
Menghilang 1,5 Bulan, Pria di Aceh Ditemukan Tinggal Kerangka Dekat Gubuk
5
Bawa 20 Paket Besar Ganja, Warga Kuranji Padang Dicokok Petugas
Hukum
21 jam yang lalu
Bawa 20 Paket Besar Ganja, Warga Kuranji Padang Dicokok Petugas
6
Pj Kepala Daerah 22/23 Kewenangan Siapa? Azis Syamsuddin Dorong Pembahasan
Politik
21 jam yang lalu
Pj Kepala Daerah 22/23 Kewenangan Siapa? Azis Syamsuddin Dorong Pembahasan
Home  /  Berita  /  Nasional

Anggota TNI Tewas, Oknum Polisi Tersangka, Korpolkam DPR Ingatkan Soliditas Hingga ke Bawah

Anggota TNI Tewas, Oknum Polisi Tersangka, Korpolkam DPR Ingatkan Soliditas Hingga ke Bawah
Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Politik dan Keamanan, M. Azis Syamsuddin dalam suatu kesempatan. (gambar: tangkapan layar video istimewa)
Kamis, 25 Februari 2021 18:00 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) koordinator bidang Politik dan Keamanan atau Korpolkam, M. Azis Syamsuddin meminta Panglima TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan Kapolri (Kepala Kepolisian Republik Indonesia) dapat duduk bersama untuk terus berupaya membangun sinergitas dan soliditas TNI-Polri.

Menurut dia, jangan sampai slogan Soliditas TNI dan Polri hanya berada di kalangan petinggi saja, namun di lingkup prajurit masih terjadi gesekan karena gengsi dan ego sektoral.

Demikian dikutip GoNews.co dari sebuah pernyataan persnya, Kamis (25/2/2021). Kamis yang sama, seorang anggota TNI dinyatakan tewas karena tembakan senjata api di sebuah kafe di bilangan Kalideres, Jakarta Barat.

"Mari kita saling menahan diri, para perwira atau komandan di wilayah masing-masing dapat terus melakukan arahan, pengawasan, peringatan terhadap anggotanya untuk dapat disiplin sebagai aparat keamanan," kata Azis.

Seperti diberitakan sebelumnya, insiden penembakan terjadi di Kafe RM, Jl. Outer Ring Road, RT/RW. 04/06, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng Jakarta Barat pada pukul 05.10 WIB, Kamis.

3 orang dinyatakan tewas dalam insiden tersebut. Satu korban tewas merupakan anggota TNI (Tentara Nasional Indonesia) berinisial MKRS. Korban berpangkat Pratu (Prajurit Satu) Kawal Denma Kostrad (Datasemen Markas Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat). Dua korban tewas lainnya merupakan warga sipil.

Foto-foto yang diterima GoNews.co menggambarkan, salah satu korban tewas mengalami luka tembak di kepala. Ini terlihat dari darah yang mengalir dari kepala korban yang mengenakan switer abu-abu. Korban tewas lain juga mengalami pendarahan parah, satu mengenakan kaus merah, satu lainnya mengenakan seragam setelah crew.

Data anonim yang diterima GoNews.co pada Kamis pagi menyebut, bahwa pelaku merupakan oknum anggota Buser Reskrim di Reskrim Polsek Kalideres berinisial CS yang berpangkat Brigadir Polisi.

Insiden penembakan itu terjadi saat pelaku sedang berada di kafe dan disodorkan beberapa bon minuman yang harus dibayar, namun pelaku tidak terima dan terjadi keribuatan di dalam kafe hingga terjadi penembakan oleh pelaku.

Polisi dengan cepat langsung melakukan penindakan. CS ditetapkan sebagai tersangka dan diproses pidana di Ditreskrimum Polda Metro Jaya (Drektorat Reserse dan Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya).

Kadiv Propam Polri (Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polisi Republik Indonesia), Irjen Pol. (Inspektur Jenderal Polisi) Ferdy Sambo, menegaskan pada wartawan bahwa Propam Polda Metro Jaya dan Divisi Propam Polri akan melakukan proses PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat) terhadap CS. Penindakan terhadap CS tersebut, kata Sambo, sesuai dengan amanat Pasal 35 UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia dan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 Pasal 11, 12, 13.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Hukum
wwwwww