Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
6 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
6 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
6 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
6 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Umum

Dukung Rencana Sekolah Tatap Muka, Hetifah Minta Guru Honorer juga Divaksin

Dukung Rencana Sekolah Tatap Muka, Hetifah Minta Guru Honorer juga Divaksin
Ilustrasi vaksinasi pencegahan penyebaran Covid-19. (foto: ist./jakarta globe/yudha baskoro)
Jum'at, 26 Februari 2021 15:04 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia), Hetifah Sjaifudian berharap, vaksinasi Covid-19 terhadap tenaga pendidik juga menyasar para guru honorer. Ini penting, mengingat vaksinasi juga terkait dengan rencana pembelajaran tatap muka di sekolah.

"Jangan sampai terjadi pembedaan status, karena semua sama-sama langsung bertatap muka dengan masyarakat. Data di dapodik (data pokok pendidikan) harus akurat, jangan sampai ada yang tidak mendapatkan karena permasalahan administrasi," tegas Hetifah dalam pernyataan pers yang dikutip GoNews.co, Jumat (26/2/2021).

Selain itu, kata Hetifah, perkembangan hasil dari vaksinasi terhadap para guru dan dosen juga harus dipantau serius untuk menentukan langkah terbaik model pembelajaran.

"Kita lihat beberapa bulan ke depan, bagaimana efektivitas vaksin ini dalam menghambat penyebaran virus. Semoga semua berjalan lancar," kata Dia.

Pada prinsipnya, Hetifah menjelaskan, dirinya sepakat dengan rencana Kemendikbud RI (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) yang akan memulai pembelajaran tatap muka untuk beberapa hari di setiap pekan. Hal tersebut, karena PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) yang sudah berjalan selama satu tahun tercatat telah menimbulkan kesenjangan di antara peserta didik.

"Kami harap dengan vaksinasi belajar tatap muka bisa segera jalan, karena banyak sekali sebenarnya dampak kurang baik dan kesenjangan dengan pembelajaran jarak jauh yang sudah berjalan selama setahun ini. Dengan vaksinasi guru, risiko diminimalisir, bukan berarti tidak ada. Meski tatap muka, protokol tetap harus jalan, misalnya dengan sistem shift, jaga jarak meja, dan masker harus selalu dipakai," kata Hetifah.

Ia berharap, orangtua dan institusi pendidikan sudah dapat mempersiapkan penyelenggaraan tatap muka dalam beberapa bulan ke depan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Umum
wwwwww