Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
17 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
17 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
17 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
17 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Basket

Dugaan Pelanggaran HAM, AS akan Minta Pertanggungjawaban Arab Saudi

Dugaan Pelanggaran HAM, AS akan Minta Pertanggungjawaban Arab Saudi
Junalis senior AS, Jamal Khashoggi, yang tewas di Istanbul pada 2018. (foto: ist./al jazeera)
Sabtu, 27 Februari 2021 18:12 WIB
JAKARTA - Laporan Intelijen AS (Amerika Serikat) menyebut, ada inisial MBS dalam kasus pembunuhan jurnalis berkewarganegraan AS, pengkritik MBS di The Washington Post, Jamal Khashoggi.

"Mengingat pengaruh Pangeran Mohammed, sangat tidak mungkin pembunuhan tahun 2018 bisa terjadi tanpa seizinnya," tulis laporan rahasia tersebut yang dikutip GoNews.co dari AFP, Sabtu (27/2/2021).

Sementara itu, Presiden AS, Joe Biden mengungkapkan, AS akan mengumumkan perubahan signifikan dalam hubungan bilateral pada Jumat dan Senin. Biden juga sudah bicara dengan Raja Arab Saudi, pada Jumat.

"Saya berbicara kemarin dengan raja. Menjelaskan kepadanya bahwa peraturan berubah dan kami akan mengumumkan perubahan signifikan hari ini dan Senin. Kami akan meminta pertanggungjawaban mereka atas pelanggaran hak asasi manusia," kata Biden dalam sebuah wawancara dengan Univision.

Sebagai pengingat, Jamal Khashoggi tewas setelah memasuki konsulat di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018 lalu. Laporan menyebut bahwa Khashoggi tewas dan dimutilasi oleh 15 orang. 7 dari 15 orang itu disebut berasal dari Rapid Intervention Force yang sebelumnya menangani kritik dan protes terhadap Arab Saudi di luar negeri.

CIA tak lama kemudian menyimpulkan Pangeran Mohammed bin Salman memerintahkan pembunuhan Jamal Khashoggi, tetapi Trump (Presiden AS saat itu, red) enggan merilis laporannya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Basket, Beladiri
wwwwww