Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
16 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
17 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
16 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Voli

Indonesia Hadapi Gugatan Uni Eropa

Indonesia Hadapi Gugatan Uni Eropa
Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Muhammad Lutfi. (foto: ist./kemendag)
Sabtu, 27 Februari 2021 17:40 WIB
JAKARTA - Kemendag RI (Kementerian Perdagangan Republik Indonesia) siap memperjuangkan dan melakukan pembelaan terhadap gugatan UE (Uni Eropa) terkait sengketa kebijakan terkait bahan mentah atau disebut DS 592, di Badan Penyelesaian Sengketa (DSB) Badan Perdagangan Dunia (Wolrd Trade Organization/WTO).

"Pemerintah Indonesia bersama seluruh pemangku kepentingan berkeyakinan, kebijakan dan langkah yang ditempuh Indonesia saat ini telah konsisten dengan prinsip dan aturan WTO," tegas Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi dalam keterangan pers yang dikutip GoNews.co, Sabtu (27/2/2021).

Mengutip laman resmi WTO, Uni Eropa pada 22 November 2019 lalu, meminta konsultasi dengan Indonesia mengenai berbagai tindakan terkait bahan baku tertentu yang diperlukan untuk produksi baja tahan karat, serta skema pembebasan bea masuk lintas sektoral yang bersyarat atas penggunaan barang impor dalam negeri.

Permintaan tersebut mencakup tindakan yang dituduhkan sebagai berikut: (a) pembatasan ekspor nikel, termasuk larangan ekspor yang sebenarnya; (b) persyaratan pemrosesan domestik untuk nikel, bijih besi, kromium dan batubara; (c) kewajiban pemasaran domestik untuk produk nikel dan batubara; (d) persyaratan perizinan ekspor nikel; dan (e) skema subsidi yang dilarang.

Uni Eropa mengklaim bahwa:

a. langkah-langkah yang membatasi ekspor bahan mentah tertentu, termasuk yang memerlukan persyaratan pemrosesan dalam negeri, kewajiban pemasaran dalam negeri, dan persyaratan perizinan ekspor, tampaknya tidak sesuai dengan Pasal XI: 1 GATT 1994;

b. skema subsidi yang dilarang tampaknya tidak sejalan dengan Pasal 3.1 (b) Perjanjian SCM; dan

c. kegagalan untuk segera mempublikasikan langkah-langkah yang ditantang tampaknya tidak sesuai dengan Pasal X: 1 GATT 1994.

Pada 6 Desember 2019, Amerika Serikat meminta untuk mengikuti konsultasi tersebut.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Voli, Ekonomi
wwwwww