Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
19 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
20 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
20 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
19 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Nasional
20 jam yang lalu
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Ketua DPD RI Optimis Batik Anti Bakteri Diminati Masyarakat

Ketua DPD RI Optimis Batik Anti Bakteri Diminati Masyarakat
Ketua DPD RI, LaNyalla saat melihat inovasi batik anti bakteri. (Foto: Istimewa)
Kamis, 04 Maret 2021 20:59 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Balai Besar Kerajinan dan Batik mengatakan, penelitian kain batik antibakteri berjalan sukses. Bahkan, produksi massal diharapkan dapat dilakukan di tahun 2021 dengan menggandeng perusahaan swasta. Hal tersebut mendapat dukungan penuh Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

LaNyalla mendukung proses produksi massal kain antibakteri tersebut. Hal itu dilakukan agar penelitian tersebut memiliki manfaat langsung di masyarakat, baik produsen maupun konsumen.

"Penelitian tersebut merupakan bagian dari diversifikasi produk. Inovasi ini perlu diproduksi massal agar bermanfaat untuk masyarakat luas," kata LaNyalla dalam keterangan resmi yang diterima GoNews.co, Kamis (3/3/2021).

Tak hanya itu, mantan Ketua Umum PSSI itu optimistis kain tersebut bakal mendapat tempat di masyarakat. Sebab, belakangan ini semakin tumbuh kesadaran di benak masyarakat mengenai pentingnya aspek kesehatan diri pada setiap produk yang dimilikinya.

"Saya optimis kain batik antibakteri ini memiliki pasar tersendiri, mengingat semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya kesehatan diri sendiri, termasuk saat akan memilih produk industri yang akan digunakannya," ujar alumnus Universitas Brawijaya Malang tersebut.

Di sisi lain, mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur ini meminta agar sosialisasi mengenai kegunaan kain antibakteri ini juga harus massif diberikan kepada masyarakat. Tujuannya agar mereka mendapat informasi utuh dan menyeluruh, sehingga tak timbul informasi keliru.

"Masyarakat harus mendapat penjelasan mengenai kegunaan kain ini, khasiatnya untuk apa serta manfaat yang didapat jika menggunakan produk ini. Saya kira ini adalah inovasi yang baik yang harus terus dikembangkan," tutur Senator Dapil Jawa Timur tersebut.***

wwwwww