Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
Peristiwa
7 jam yang lalu
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
2
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
Ekonomi
23 jam yang lalu
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
3
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
Umum
23 jam yang lalu
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
4
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
Olahraga
23 jam yang lalu
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
5
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
Sepakbola
7 jam yang lalu
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
6
Persebaya Siap Ladeni Permainan Terbuka Persib
Sepakbola
20 jam yang lalu
Persebaya Siap Ladeni Permainan Terbuka Persib
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Peneliti IGJ Sebut Gaung Benci Produk Luar Negeri Kontradiktif dengan Kebijakan Pemerintah

Peneliti IGJ Sebut Gaung Benci Produk Luar Negeri Kontradiktif dengan Kebijakan Pemerintah
Peneliti IGJ, Rahmat Maulana Sidik (kiri), Presiden Jokowi (kanan). (gambar: kolase ist.)
Kamis, 04 Maret 2021 17:38 WIB
JAKARTA - Peneliti Indonesia for Global Justice, Rahmat Maulana Sidik menilai, pernyataan Presiden Jokowi yang mendorong gaung benci produk luar negeri, kontradiktif dengan kebijakan impor pemerintah.

Hal itu, disampaikan Maulana saat ditanya mengenai proyeksi dampak dari pernyataan presiden yang bernada pemboikotan terhadap produk asing tersebut.

"Saya pikir pernyataan Presiden yang benci produk asing sangat itu kontradiktif dengan kebijakan pemerintah yang hari ini membuka keran impor lebar-lebar bagi produk luar negeri, salah satunya sektor pangan dalam UU Cipta kerja," kata Maulana kepada GoNews.co, Kamis (4/3/2021).

Maulana mengetahui bahwa pernyataan Presiden mengenai gaung benci produk luar negeri itu dalam konteks mendorong kecintaan publik terhadap produk lokal. Tapi, "Harusnya kalau memang Presiden Jokowi serius, bela produk dalam negeri dengan cara melindunginya dalam regulasi nasional. Dan sungguh-sungguh membangun UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Indonesia agar bisa berdaya saing,"

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, "Ajakan-ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri, produk-produk Indonesia, harus terus digaungkan, produk-produk dalam negeri. Gaungkan juga benci produk-produk dari luar negeri,".

"Bukan hanya cinta, tapi benci. Cinta barang kita, benci produk dari luar negeri. Sehingga, betul-betul masyarakat kita menjadi konsumen yang loyal sekali lagi untuk produk-produk Indonesia," kata Jokowi saat membuka rapat kerja nasional Kementerian Perdagangan tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Kamis.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Pemerintahan, Ekonomi
wwwwww