Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
12 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
14 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
9 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
5
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
7 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
7 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Voli

Peneliti IGJ Sebut Gaung Benci Produk Luar Negeri Kontradiktif dengan Kebijakan Pemerintah

Peneliti IGJ Sebut Gaung Benci Produk Luar Negeri Kontradiktif dengan Kebijakan Pemerintah
Peneliti IGJ, Rahmat Maulana Sidik (kiri), Presiden Jokowi (kanan). (gambar: kolase ist.)
Kamis, 04 Maret 2021 17:38 WIB
JAKARTA - Peneliti Indonesia for Global Justice, Rahmat Maulana Sidik menilai, pernyataan Presiden Jokowi yang mendorong gaung benci produk luar negeri, kontradiktif dengan kebijakan impor pemerintah.

Hal itu, disampaikan Maulana saat ditanya mengenai proyeksi dampak dari pernyataan presiden yang bernada pemboikotan terhadap produk asing tersebut.

"Saya pikir pernyataan Presiden yang benci produk asing sangat itu kontradiktif dengan kebijakan pemerintah yang hari ini membuka keran impor lebar-lebar bagi produk luar negeri, salah satunya sektor pangan dalam UU Cipta kerja," kata Maulana kepada GoNews.co, Kamis (4/3/2021).

Maulana mengetahui bahwa pernyataan Presiden mengenai gaung benci produk luar negeri itu dalam konteks mendorong kecintaan publik terhadap produk lokal. Tapi, "Harusnya kalau memang Presiden Jokowi serius, bela produk dalam negeri dengan cara melindunginya dalam regulasi nasional. Dan sungguh-sungguh membangun UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Indonesia agar bisa berdaya saing,"

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, "Ajakan-ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri, produk-produk Indonesia, harus terus digaungkan, produk-produk dalam negeri. Gaungkan juga benci produk-produk dari luar negeri,".

"Bukan hanya cinta, tapi benci. Cinta barang kita, benci produk dari luar negeri. Sehingga, betul-betul masyarakat kita menjadi konsumen yang loyal sekali lagi untuk produk-produk Indonesia," kata Jokowi saat membuka rapat kerja nasional Kementerian Perdagangan tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Kamis.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Voli, Ekonomi
wwwwww