Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
Peristiwa
7 jam yang lalu
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
2
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
Ekonomi
23 jam yang lalu
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
3
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
Umum
23 jam yang lalu
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
4
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
Olahraga
23 jam yang lalu
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
5
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
Sepakbola
7 jam yang lalu
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
6
Persebaya Siap Ladeni Permainan Terbuka Persib
Sepakbola
21 jam yang lalu
Persebaya Siap Ladeni Permainan Terbuka Persib
Home  /  Berita  /  Olahraga

Terkuak, Eko Sudah Tidak Latihan di Markas Pelatnas Olimpiade Sejak Juli 2020

Terkuak, Eko Sudah Tidak Latihan di Markas Pelatnas Olimpiade Sejak Juli 2020
Eko Yuli Irawan (Dok: Pribadi).
Minggu, 07 Maret 2021 12:03 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ternyata awan gelap menyelimuti persiapan angkat besi Olimpiade Tokyo 2021. Setelah Deni melontarkan kekecewaan dicoret dari pelatnas Olimpiade tanpa mendapat surat peringatan terlebih dahuu, kini giliran lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan buka suara.

Dalam perbincangan dengan GoNews.co Group selama sejam lebih, Kamis (4/3/2021), Eko Yuli Irawan membuka tabir yang dialaminya selama menjalani pelatnas Olimpiade yang mulai digelar setelah Asian Games 2018.

Cukup mengejutkan memang. Ternyata peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012 ini sudah tidak bergabung latihan dengan lifter angkat besi pelatnas lainnya di Markas Marinir Jln Kwini Jakarta Pusat sejak Juli 2020.

Peraih perak Olimpiade Rio de Janeiro menjalani program latihan tanpa didampingi pelatih di rumahnya yang berada di daerah Bekasi, Jawa Barat. Bahkam, dia menjalankan program latihan sendiri berdasarkan pengalamannya sejak mengikuti pelatnas Olimpiade Beijing 2008.

"Saya sudah sejak Juli 2020 hingga saat ini tidak menjalani program latihan pelatnas di Jl Kwini. Selama itu, saya menjalani latihan di rumah dan hanya datang ke Kwini saat ada test progress yang wajib diikuti sebagai atlet pelatnas Olimpiade," kata Eko Yuli Irawan.

Tidak bergabungnya suami Masitah menjalani latihan di Kwini berkaitan dengan lunturnya kepercayaan terhadap pelatih Kepala Pelatih Pelatnas Olimpiade, Dirdja Wihardja. Ini buntut dari kegagalan Eko Yuli Irawan mempersembahkan medali emas bagi Kontingen Indonesia pada SEA Games Kuala Lumpur 2017. Tampil di kelas 62kg, dia hanya mampu meraih medali perak.

"Saya mulai menjalani program latihan sendiri sejak kegagalan SEA Games Kuala Lumpur 2017. Program yang saya jalani itu yang pernah diberikan pak Lukman yang sukses mengantarkan saya meraih medali perunggu di Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012. Program latihan yang saya jalani itu juga yang mengantarkan saya sukses meraih medali emas pada Asian Games Jakarta 2018," ungkapnya.

Selain kecewa dengan Dirdja Wihardja, Eko juga punya alasan lain sehingga tetap bertahan menjalani latihan di rumahnya. Yakni, permintaannya untuk ditangani Lukman tidak dipenuhi Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI).

"Saya merasa suasana kurang kondusif di pelatnas Olimpiade setelah Deni dicoret karena dianggap indisipliner. Kan, saya lebih baik menghindar agar bisa lebih tenang menjalani program latihan. Toh sama saja karena saya tetap menjalankan program latihan sendiri," tandasnya. ***

wwwwww