Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
Peristiwa
6 jam yang lalu
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
2
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
Ekonomi
22 jam yang lalu
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
3
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
Umum
22 jam yang lalu
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
4
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
Olahraga
22 jam yang lalu
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
5
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
Sepakbola
6 jam yang lalu
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
6
Persebaya Siap Ladeni Permainan Terbuka Persib
Sepakbola
20 jam yang lalu
Persebaya Siap Ladeni Permainan Terbuka Persib
Home  /  Berita  /  Nasional

Bulog Didorong Beli Langsung Hasil Panen Petani

Bulog Didorong Beli Langsung Hasil Panen Petani
Wakil Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin (kedua kanan) dalam suatu kesempatan di PPUU (Panitia Perancang Undang-Undang) DPD RI, Senayan, Jakarta. (foto: ist./dpd ri)
Senin, 08 Maret 2021 17:20 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua DPD RI (Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia), Sultan B. Najamudin, meminta Bulog untuk menyerap langsung hasil panen padi para petani secara maksimal.

Data Sultan yang diterima GoNews.co pada Senin (8/3/2021) menyebut, produksi padi pada subround Januari - April 2021 diperkirakan sebesar 25,37 juta ton GKG (gabah kering giling), mengalami kenaikan sebanyak 5,37 juta ton atau 26,88 persen dibandingkan subround yang sama pada 2020 yang sebesar 19,99 juta ton GKG.

Berdasarkan asumsi tersebut dan output dari program food estate dibeberapa daerah, Kementan memperkirakan terjadi kenaikan produksi gabah kering giling sebesar 5,37 juta ton dibandingkan triwulan pertama 2020 yang hanya 19,99 juta ton GKG.

"Kita semua berharap Bulog dan pasar domestik dapat menyerap langsung secara penuh hasil petani. Sebab kondisi di lapangan menunjukkan ada marjin yang cukup lebar antara harga jual beras dan gabah ditingkat petani yang tidak sebanding dengan harga ditingkat pedagang," ujar senator muda asal Bengkulu tersebut.

Karenanya, Sultan mendorong Bulog untuk dapat memotong mata rantai distribusi beras atau gabah dengan cara membeli langsung hasil panen kepada petani bukan dengan membeli beras di penggilingan (pengusaha). Dengan begitu, Bulog menjadi penyeimbang harga komoditas beras.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww