Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
12 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
14 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
10 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
5
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
7 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
7 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Nasional

Bulog Didorong Beli Langsung Hasil Panen Petani

Bulog Didorong Beli Langsung Hasil Panen Petani
Wakil Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin (kedua kanan) dalam suatu kesempatan di PPUU (Panitia Perancang Undang-Undang) DPD RI, Senayan, Jakarta. (foto: ist./dpd ri)
Senin, 08 Maret 2021 17:20 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua DPD RI (Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia), Sultan B. Najamudin, meminta Bulog untuk menyerap langsung hasil panen padi para petani secara maksimal.

Data Sultan yang diterima GoNews.co pada Senin (8/3/2021) menyebut, produksi padi pada subround Januari - April 2021 diperkirakan sebesar 25,37 juta ton GKG (gabah kering giling), mengalami kenaikan sebanyak 5,37 juta ton atau 26,88 persen dibandingkan subround yang sama pada 2020 yang sebesar 19,99 juta ton GKG.

Berdasarkan asumsi tersebut dan output dari program food estate dibeberapa daerah, Kementan memperkirakan terjadi kenaikan produksi gabah kering giling sebesar 5,37 juta ton dibandingkan triwulan pertama 2020 yang hanya 19,99 juta ton GKG.

"Kita semua berharap Bulog dan pasar domestik dapat menyerap langsung secara penuh hasil petani. Sebab kondisi di lapangan menunjukkan ada marjin yang cukup lebar antara harga jual beras dan gabah ditingkat petani yang tidak sebanding dengan harga ditingkat pedagang," ujar senator muda asal Bengkulu tersebut.

Karenanya, Sultan mendorong Bulog untuk dapat memotong mata rantai distribusi beras atau gabah dengan cara membeli langsung hasil panen kepada petani bukan dengan membeli beras di penggilingan (pengusaha). Dengan begitu, Bulog menjadi penyeimbang harga komoditas beras.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww