Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
Peristiwa
8 jam yang lalu
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
2
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
Ekonomi
23 jam yang lalu
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
3
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
Umum
23 jam yang lalu
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
4
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
Olahraga
23 jam yang lalu
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
5
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
Sepakbola
8 jam yang lalu
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
6
Persebaya Siap Ladeni Permainan Terbuka Persib
Sepakbola
21 jam yang lalu
Persebaya Siap Ladeni Permainan Terbuka Persib
Home  /  Berita  /  Politik

Hadiri Harlah Ponpes Wali Songo, Ketua DPD RI Bedah Spirit Hubbul Wathon

Hadiri Harlah Ponpes Wali Songo, Ketua DPD RI Bedah Spirit Hubbul Wathon
Ketua DPD RI, LaNyalla Mahmud Mattaliti saat menghadiri Harlah Ponpes Walisongo di Lampung. (Foto: Humas DPD)
Jum'at, 12 Maret 2021 14:34 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
LAMPUNG - Kadar cinta bangsa dari para santri tidak perlu diragukan lagi. Demikian diungkap Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Pondok Pesantren Wali Songo, Sukajadi, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah, Jumat (12/3/2021) pagi.

Turut mendampingi Ketua DPD, empat Senator asal Lampung, Ahmad Bastian, Bustami Zainudin, Abdul Hakim dan dr Jihan Nurlela. Juga hadir dalam acara itu Wakil Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya serta Ketua Persatuan Pondok Pesantren Lampung Tengah, Agus Mabrur dan Pimpinan Ponpes Wali Songo KH Syaikul Ulum Syuhada.

Dikatakan LaNyalla, santri sudah pasti sangat cinta kepada bangsa dan negaranya. Karena mencintai bangsa dan negara adalah bagian dari ajaran Islam tentang nasionalisme. Yang kemudian dirumuskan oleh para Ulama menjadi sebuah doktrin, yaitu Hubbul Wathan Minal Iman.

"Konsep Hubbul Wathan Minal Iman, menjadi induk dari nasionalisme yang diterapkan dalam pendidikan Islam di Indonesia. Bahkan, nasionalisme yang dikonsep ulama-ulama NU itu menjadi acuan ideal untuk membangkitan, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan sampai saat ini," tandasnya.

Konsep Hubbul Wathan Minal Iman yang digagas tahun 1934 oleh KH. Abdul Wahab Chasbullah, adalah yang paling ideal dan justru menjadi induk nasionalisme. Karena, Hubbul Wathan Minal Iman itu lengkap, memuat unsur Islam, kebudayaan dan kebangsaan.

Dan semangat nasionalisme para santri di pondok-pondok pesantren telah melalui tiga fase atau tiga era. Yakni fase perjuangan merebut kemerdekaan, fase mempertahankan kemerdekaan dan fase sekarang, lanjut Senator asal Jawa Timur itu.

Fakta sejarah mengungkapkan, peran pondok pesantren dalam kelahiran bangsa dan negara ini sangat besar. Terutama diperankan oleh para kiai dan para santri di sejumlah pondok pesantren yang telah ada sebelum kemerdekaan Indonesia.

Jadi, sambung LaNyalla, sangat tidak perlu diragukan lagi, bagaimana kadar cinta dari para santri kepada bangsa dan negara ini. Apalagi wilayah atau cakupan dari peran dan cinta bangsa tersebut bukan hanya pada perjuangan kemerdekaan saja. Tetapi hingga proses kelahiran Indonesia, dan bahkan hingga proses pembentukan Ideologi Pancasila serta pengamalannya.

"Dan sampai hari ini, cinta bangsa tersebut ditunjukkan dengan peran santri sebagai penjaga nilai-nilai moral atau akhlak warga bangsa," ujar LaNyalla.

LaNyalla memang dikenal cukup dekat dengan kalangan pondok pesantren. Terutama di Jawa Timur. Dia juga dikenal sebagai pelaku puasa sunnah Nabi Daud, yang sudah belasan tahun ia jalani.***

wwwwww