Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Para Pelaku Usaha Koperasi Pertanian Wajib Tingkatkan Produksi Pangan Nasional

Para Pelaku Usaha Koperasi Pertanian Wajib Tingkatkan Produksi Pangan Nasional
Abdullah Puteh saat menghadiri Temu Nasional Pelaku Usaha Koperasi Pertanian di Salatagia Jawa Tengah. (Foto: Humas DPD)
Jum'at, 12 Maret 2021 14:48 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
SALATIGA - Wakil Ketua Komite II DPD RI Abdullah Puteh mengatakan, berbagai cara harus dilakukan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian. Antara lain meningkatkan kapasitas produksi, diversifikasi pangan, sistem distribusi dan logistik, pengelolaan pertanian berteknologi, dan peningkatan ekspor.

Hal itu ia ungkapkan saat menghadiri Temu Nasional Pelaku Usaha Koperasi Pertanian dengan tema "Strategi Kebangkitan Koperasi Pertanian Dalam Meningkatkan Produksi Pangan Nasional" di Salatagia Jawa Tengah, Rabu (10/3/2021) kemarin.

"Kementan juga mendorong pembentukan koperasi di berbagai provinsi agar dapat mengakses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan mendorong inovasi dan kreatifitas dari pelaku usaha pertanian," jelas Suwandi.

Abdullah Puteh juga mengapresiasi kegiatan temu nasional tersebut sebagai sebuah kesadaran yang muncul dari kalangan koperasi untuk dapat berpartisipasi secara lebih nyata dan lebih luas mendukung program pemerintah.

"Komite II DPD RI menyambut positif kegiatan temu nasional ini. Apalagi ini muncul dari kesadaran para pelaku koperasi pertanian yang berorientasi kepada pertumbuhan produksi pertanian, ketahanan pangan dan menghilangkan kesenjangan sosial sehingga mampu mengentaskan kemiskinan dalam waktu yang lebih cepat," ucap senator asal Aceh itu.

Menurut Abdullah Puteh peluang koperasi dalam upaya peningkatan produksi, ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan sangat besar. Sebab baru 8% masyarakat Indonesia yang tergabung dalam koperasi.

Abdullah Puteh Didaulat Sebagai Ketua Umum GKPPI

Hari kedua kunjungan kerjanya, atau tepatnya pada hari Kamis (11/3/2021), Abdullah Puteh diberikan kepercayaan oleh peserta temu nasional untuk membacakan deklarasi dari para pelaku usaha koperasi pertanian.

Deklarasi yang kemudian disebut sebagai Deklarasi Ambarawa itu mengingatkan, bahwa Indonesia merupakan negara agraris dan pertanian merupakan salah satu sektor yang sangat dominan dalam pendapatan masyarakat. Namun disayangkan Indonesia selama masih tergantung dengan impor.

Kedua koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional menjadi pilihan tepat untuk mengentaskan kemiskinan. Ketiga perlunya hijrah sistem pengelolaan pertanian tradisional menuju modernisasi dan industrialisasi.

Selanjutnya koperasi pertanian diyakini akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat petani secara luas. Bahwa gerakan koperasi yang bersungguh-sungguh memprioritaskan untuk meningkatkan produksi pertanian akan mampu menjadi benteng ketahanan pangan dan menjadi roda pengentasan kemiskinan masyarakat.

Terakhir para peserta temu nasional menyatakan dengan resmi berdirinya Gabungan Koperasi Produsen Pertanian Indonesia, yang disingkat dengan GKPPI.

Pada rapat pleno terakhir temu nasional, tim formatur yang terdiri dari Abdullah Puteh, Muhammad Haris, Andi Faizal Jollong, Nafis Munandar, M. Said Sidar, Ananta Erwandhyaksa dan Iriani Bustami menunjuk Abdullah Puteh sebagai Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Pertanian Indonesia (GKPPI) sekaligus merangkap sebagai ketua formatur.***

wwwwww