Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
22 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
15 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
15 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
16 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
15 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Sepakbola
Turnamen Sepakbola Piala Menpora 2021

Djoko Pekik Berikan Masukan Soal Penyelenggaraan PON Papua 2021

Djoko Pekik Berikan Masukan Soal Penyelenggaraan PON Papua 2021
Rabu, 17 Maret 2021 16:30 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (Apkori), Djoko Pekik Irianto mengapresiasi dan mendukung penuh ketetapan Pemerintah untuk penyelenggaraan PON XX Papua yang akan digelar, 2-15 Oktober mendatang

"Kepastian tersebut sangat penting sebagai panduan setiap daerah untuk mempersiapkan Kontingen melalui penyusunan periodisasi latihan yang dirancang dengan tercapaianya puncak prestasi pada bulan Oktober 2021," kata Djoko Pekik dalam siaran persnya, Rabu (17/3/2021).

Menurut Djoko Pekik, persiapan PON XX ini terasa istimewa karena dilaksanakan dalam suasana Pandemi Covid.19. Para atlet selain latihan ekstra keras untuk meraih performa terbaiknya, juga perlu disiapkan imunitasnya terhadap bahaya virus Corona.

Terkait hal tersebut, katanya, pemerintah pusat bersama Pemda perlu memberikan prioritas agar para atlet, pelatih dan seluruh kontingan setiap daerah mendapat penyuntikan Vaksin. "Khusus jumlah atlet yang akan berlaga di Papua diperkiran sekitar 7500 orang. Jadi, pemerintah harus bisa memastikan mereka mendapat sutikan vaksinasi Covid 19," ujarnya.

Dijelaskan Djoko Pekik, PON yang digelar tanpa penonton akan diselenggarakan dengan protokol kesehatan (prokes). Untuk itu, pelatih diharapkan mempersiapkan kondisi tersebut pada proses pelatihan agar saat berlaga di Papua tidak canggung lagi dan mampu meraih prestasi terbaik.

"Setiap daerah dihimbau utk hanya membawa kontingen dengan jumlah wajar, meminimalkan "pengembira" agar tdk menambah repot tuan rumah Papua," imbuh mantan Deputi Kemenpora ini.

Dia juga mengingatkan Panitia Besar (PB) PON bersama Pemda Papua menyiapkan sistem penyelenggaraan event dengan prokes, tidak hanya pertandingan di setiap venue namun juga mulai dari kedatangan di Bandara, rigistrasi, saat berada di wisma atlet, upacara pembukaan, penutupan dan sesi sesi lainya.

"Pemda Papua juga perlu memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan pada setiap kontingan, di samping juga antisipasi masih adanya malaria," ungkapnya.

Untuk mendukung upaya penyelenggaraan PON yang lancar, sukses dan aman dengan menerapkan prokes, katanya lagi, PB PON dan Pemda Papua perlu menyimak dan belajar dari penyelenggaraan Olymliade Tokyo Agustus 2021. ***

wwwwww