Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KPK OTT Walikota Tanjung Balai, Erwin Syahfutra: Kita Apresiasi Meski Telat
Peristiwa
15 jam yang lalu
KPK OTT Walikota Tanjung Balai, Erwin Syahfutra: Kita Apresiasi Meski Telat
2
Tak Berani Cabut Izin XL Axiata, Arief Poyuono: Menkominfo Johnny G Plate Layak Direshuffle
Politik
17 jam yang lalu
Tak Berani Cabut Izin XL Axiata, Arief Poyuono: Menkominfo Johnny G Plate Layak Direshuffle
3
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
4
Penundaan India Terbuka, Untungkan Hafiz/Gloria
Olahraga
15 jam yang lalu
Penundaan India Terbuka, Untungkan Hafiz/Gloria
5
Kepala BNSP Bantah Larang Dewan Pers Lakukan UKW
Peristiwa
15 jam yang lalu
Kepala BNSP Bantah Larang Dewan Pers Lakukan UKW
6
Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Peristiwa
19 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Home  /  Berita  /  Nasional

Kader HMI Diminta Adaptasi dengan Era Industri 4.0

Kader HMI Diminta Adaptasi dengan Era Industri 4.0
Menpora, Zainudin Amali. (Dok. Kemenpora)
Rabu, 17 Maret 2021 20:13 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Menjadi nara sumber secara virtual pada Kongres Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) XXXI 2021di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu (17/3/2021) sore, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali meminta kader HMI harus mampu bertransformasi menyiapkan diri menghadapi era revolusi industri 4.0.

Pertama Amali menyampaikan bahwa HMI sebagai Organisasi Kepemudaan atau lazim disebut OKP sebagai aturan pijakan adalah UU No.40/2009 yang mempunyai spesifikasi batasan usia dan wadah berhimpun.

"Dalam UU No.40/2009 disebutkan bahwa pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16-30 tahun," kata Amali.

"Selain itu penting diketahui bahwa OKP dibentuk berdasarkan kesamaan azas, agama, ideologi, minat dan bakat, atau kepentingan yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan," tambahnya.

Catatan selanjutnya, sesuai data BPS 2019 bahwa kisaran usia 16-30 tahun berjumlah 24% dari 267 juta penduduk Indonesia, jadi ada 64,19 juta jiwa. Potensi besar sekaligus menghadapi agenda besar, di masa sekarang dan mendatang.

"Agenda besar yang dihadapi adalah pengangguran terdidik (para lulusan SMA/PT yang belum dapat pekerjaan), tantangan kompetensi, variasi pekerjaan baru era digital, dan strategi menghadapi tantangan di masa kini dan masa mendatang," ucapnya.

Sebagai catatan akhir, kemampuan adaptif HMI menjadi tantangan tersendiri yang harus mampu dilahirkan dalam rekomendasi Kongres ke-31. Sinergi dengan Kemenpora dapat dijabarkan dari 5 Program Prioritas 2020-2024, khususnya protas 3 dan 4, yaitu pemberdayaan pemuda menjadi kreatif, inovatif, mandiri, dan berdaya saing serta menumbuhkan semangat kewirausahaan. Ditambah penguatan ideologi Pancasila dan karakter serta budaya bangsa dikalangan pemuda.

"HMI harus mampu bertransformasi, banyak pilihan tidak melulu bicara ideologi tetapi juga penting tentang kewirausahaan. Untuk ideologi Pancasila sudah final menjadi kesepakatan para pendiri bangsa, sekarang tinggal penguatan untuk pembangunan berkelanjutan harus tetap mengakar pada karakter budaya bangsa," pesannya.

Kongres ditengah suasana Pandemi Covid-19 menjadi perhatian Menpora, agar tetap disiplin protokol kesehatan dan agenda tepat waktu tidak berkepanjangan.

"Selamat berkongres, karena ini situasi pandemi hendaknya mengefisienkan waktu dan mengefektifkan agenda. Bijak, tepat waktu berdasarkan AD/ART HMI. Yakin usaha sampai," tutupnya. ***

wwwwww