Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
20 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
14 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
14 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
15 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
14 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Nasional

Kader HMI Diminta Adaptasi dengan Era Industri 4.0

Kader HMI Diminta Adaptasi dengan Era Industri 4.0
Menpora, Zainudin Amali. (Dok. Kemenpora)
Rabu, 17 Maret 2021 20:13 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Menjadi nara sumber secara virtual pada Kongres Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) XXXI 2021di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu (17/3/2021) sore, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali meminta kader HMI harus mampu bertransformasi menyiapkan diri menghadapi era revolusi industri 4.0.

Pertama Amali menyampaikan bahwa HMI sebagai Organisasi Kepemudaan atau lazim disebut OKP sebagai aturan pijakan adalah UU No.40/2009 yang mempunyai spesifikasi batasan usia dan wadah berhimpun.

"Dalam UU No.40/2009 disebutkan bahwa pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16-30 tahun," kata Amali.

"Selain itu penting diketahui bahwa OKP dibentuk berdasarkan kesamaan azas, agama, ideologi, minat dan bakat, atau kepentingan yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan," tambahnya.

Catatan selanjutnya, sesuai data BPS 2019 bahwa kisaran usia 16-30 tahun berjumlah 24% dari 267 juta penduduk Indonesia, jadi ada 64,19 juta jiwa. Potensi besar sekaligus menghadapi agenda besar, di masa sekarang dan mendatang.

"Agenda besar yang dihadapi adalah pengangguran terdidik (para lulusan SMA/PT yang belum dapat pekerjaan), tantangan kompetensi, variasi pekerjaan baru era digital, dan strategi menghadapi tantangan di masa kini dan masa mendatang," ucapnya.

Sebagai catatan akhir, kemampuan adaptif HMI menjadi tantangan tersendiri yang harus mampu dilahirkan dalam rekomendasi Kongres ke-31. Sinergi dengan Kemenpora dapat dijabarkan dari 5 Program Prioritas 2020-2024, khususnya protas 3 dan 4, yaitu pemberdayaan pemuda menjadi kreatif, inovatif, mandiri, dan berdaya saing serta menumbuhkan semangat kewirausahaan. Ditambah penguatan ideologi Pancasila dan karakter serta budaya bangsa dikalangan pemuda.

"HMI harus mampu bertransformasi, banyak pilihan tidak melulu bicara ideologi tetapi juga penting tentang kewirausahaan. Untuk ideologi Pancasila sudah final menjadi kesepakatan para pendiri bangsa, sekarang tinggal penguatan untuk pembangunan berkelanjutan harus tetap mengakar pada karakter budaya bangsa," pesannya.

Kongres ditengah suasana Pandemi Covid-19 menjadi perhatian Menpora, agar tetap disiplin protokol kesehatan dan agenda tepat waktu tidak berkepanjangan.

"Selamat berkongres, karena ini situasi pandemi hendaknya mengefisienkan waktu dan mengefektifkan agenda. Bijak, tepat waktu berdasarkan AD/ART HMI. Yakin usaha sampai," tutupnya. ***

wwwwww