Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
18 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
18 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
19 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
18 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
24 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Hambalang Belum Tentu Menjadi Pilihan untuk Pemusatan Latihan

Hambalang Belum Tentu Menjadi Pilihan untuk Pemusatan Latihan
Menpora, Zainudin Amali. (Dok. Kemenpora)
Rabu, 17 Maret 2021 16:08 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Menpora Zainudin Amali menanggapi maraknya pemberitaan mengenai Hambalang yang akan dibangun lagi dan digunakan sebagai pemusatan latihan olahraga nasional. Dia memastikan belum tentu  Pusat Pendidikan dan Pelatihan dan Sarana Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang yang mangkrak itu menjadi tempat pemusatan olahraga nasional.  

Dalam grand desain olahraga nasional, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memang membutuhkan tempat pemusatan latihan yang terpadu untuk atlet dalam tingkatan elit usia 18 tahun ke atas yang sudah siap untuk mengikuti beberapa event internasional.

"Memang kita fokus pembinaan untuk pemusatan latihan. Setelah hasil seleksi dari pembinaan (usia SMP) di 10 sentra di daerah, kemudian dilatih selama 3 tahun dalam pembinaan yunior (usia SMA) di SKO Cibubur," kata Amali.

"Tetapi Hambalang belum bisa dipastikan akan digunakan, hanya menjadi pilihan utama karena Hambalang itu sudah tercatat dalam aset negara di Kemenpora. Namun demikian harus dipastikan terlebih dahulu kelayakan aspek teknisnya, dan juga yang tidak kalah penting aspek yuridisnya (karena Hambalang ini sempat ada masalah hukum)," tambahnya.

Oleh karena itu, Amali meminta kepada publik dan stakeholder olahraga untuk tidak terlalu langsung menyimpulkan. Sekali lagi Menpora menegaskan bahwa belum tentu Hambalang menjadi pilihan satu-satunya dan akan digunakan.

"Kepada publik olahraga jangan langsung menyimpulkan bahwa Hambalang akan segera dibangun kembali. Kita juga masih mempertimbangkan alternatif lain, bila pilihan lain itu lebih baik untuk digunakan maka kita tentu akan mempertimbangkan dari sisi teknis dan yuridisnya. ***

wwwwww