Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
23 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
23 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
23 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
23 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
23 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Turnamen Bulutangkis All England 2021

Desak BWF Minta Maaf, Okto: Skandal Ini Akan ke Arbitrase Internasional

Desak BWF Minta Maaf, Okto: Skandal Ini Akan ke Arbitrase Internasional
Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. (Foto: NOC Indonesia)
Jum'at, 19 Maret 2021 16:36 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Reaksi keras kembali muncul dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau National Olympic Committee (NOC) Indonesia. Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari mendesak Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) yang dinilainya tidak profesional meminta maaf  atas perlakuan tidak nyaman terhadap Tim Nasional (Timnas) Bulutangkis Indonesia di  Turnamen Bulutangkis Beregu All England 2021.

"BWF harusnya bertanggungjawab penuh atas keteledoran yang terjadi di All England. BWF tidak boleh melempar atau berlindung dari aturan pemerintah Inggris. Maka, kami menuntut BWF minta maaf kepada masyarakat badminton Indonesia karena sudah membuat atlet Indonesia terlantar di All England 2021," tegas Oktohari saat konferensi pers virtual pada Jumat (19/3/2021).

Sehubungan tidak profesionalnya BWF dan perlakuan diskriminatif terhadap Timnas Bulutangkis Indonesia itu, kata Okto, panggilan akrab Raja Sapta Oktohari, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan PP PBSI, Kemenpora, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Federasi Bulutangkis Asia. Bahkan, dia berencana akan membawa permasalahan ini ke Arbitrase Internasional (CAS).

"Kami sudah komunikasi dengan PBSI, Kempora, Kemlu, Federasi Badminton Asia dan kami akan teruskan skandal ini ke Arbritase Internasional. Ini melukai masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat badminton Indonesia yang notabene fanbase badminton di dunia," tandasnya.

Okto juga menyampaikan bahwa NOC telah mengirim surat protes kepada BWF atas perlakuan yang dilakukan terhadap tim Indonesia. Selain itu NOC Indonesia juga mengirim surat meminta dukungan dari NOC Inggris agar tidak diadu domba dengan BWF. Dia marah atas tindakan BWF yang tidak memberi fasilitas terbaik kepada para atlet Indonesia usai dinyatakan wajib melakukan isolasi dan dipaksa mundur dari All England 2021.

Dikatakan atlet Indonesia sudah divaksin 2 kali, PCR, jalani protokol kesehatan sevara ketat dan bertanding. Namun tiba-tiba dikeluarkan dari pertandingan. Bahkan tidak diperkenankan masuk bus dan lift.

"Apakah oleh pemerintah Inggris? Bukan, tapi sama panitia. Mereka tidak bisa berlindung pada regulasi yang sudah ada. Sampai hari ini BWF belum minta maaf karena telah melukai perasaan masyarakat Indonesia," ungkapnya. ***

wwwwww