Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KPK OTT Walikota Tanjung Balai, Erwin Syahfutra: Kita Apresiasi Meski Telat
Peristiwa
16 jam yang lalu
KPK OTT Walikota Tanjung Balai, Erwin Syahfutra: Kita Apresiasi Meski Telat
2
Tak Berani Cabut Izin XL Axiata, Arief Poyuono: Menkominfo Johnny G Plate Layak Direshuffle
Politik
17 jam yang lalu
Tak Berani Cabut Izin XL Axiata, Arief Poyuono: Menkominfo Johnny G Plate Layak Direshuffle
3
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
4
Penundaan India Terbuka, Untungkan Hafiz/Gloria
Olahraga
15 jam yang lalu
Penundaan India Terbuka, Untungkan Hafiz/Gloria
5
Kepala BNSP Bantah Larang Dewan Pers Lakukan UKW
Peristiwa
15 jam yang lalu
Kepala BNSP Bantah Larang Dewan Pers Lakukan UKW
6
Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Peristiwa
19 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Home  /  Berita  /  Olahraga
Turnamen Bulutangkis All England 2021

Timnas Bulutangkis Indonesia Dipaksa Mundur, Pimpinan DPR Bilang BWF Seolah-olah Tidak Siap

Timnas Bulutangkis Indonesia Dipaksa Mundur, Pimpinan DPR Bilang BWF Seolah-olah Tidak Siap
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. (Foto dpr.go.id)
Jum'at, 19 Maret 2021 15:02 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Polemik Tim Nasional (Timnas) Bulutangkis Indonesia yang dipaksa mundur dari Turnamen Bulutangkis Beregu All England 2021 berbuntut panjang. Kini,  Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan, Sufmi Dasco Ahmad buka suara. 

Dalam siaran persnya, Jumat (19/3/2021), Sufmi Dasco tidak menyalahkan National Helath Service (NHS) yang bertanggungjawab dalam penanganan Covid 19 di Inggris. "Kami tentu menghormati kebijakan dari pemerintah Inggris dalam penanganan COVID-19," katanya. 

Dia hanya nenyayangkan sikap Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) dan panitia penyelenggara yang seolah-olah tidak cermat dan tidak siap dalam melaksanakan All England 2021 di tengah pandemi COVID-19.

"Seharusnya pihak penyelenggara sudah mempunyai solusi alternatif atas berbagai kemungkinan yang terjadi dalam penyelenggaraan event tersebut. Termasuk apa yang terjadi terhadap Timnas Indonesia yang jauh-jauh hari sudah menjalani vaksininasi Covid-19, dan test swab yang menunjukan hasil negatif," jelasnya.

Lebih jauh Sufmi Dasco menyebut pihak DPR RI akan meminta kepada pemerintah Indonesia baik itu Kemenpora dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk melakukan langkah-langkah atau komunikasi diplomatik dengan pemerintah Inggris dan pihak penyelenggara. Tujuannya, agar polemik yang terjadi tidak berlarut-larut serta tidak berdampak negatif terhadap citra bulutangkis internasional.

Timnas Bulutangkis Indonesia dipaksa mundur dari All England karena berada satu pesawat dengan penumpang misterius "mysterious-passenger" yang terindikasi terinfeksi Covid-19 saat terbang dari Istanbul, Turki ke Birmingham, Inggris pada Sabtu (13/3). Sesuai aturan kesehatan Inggris, tim Indonesia yang terdiri dari 24 orang harus menjalani isolasi mandiri selama 10 hari sampai 23 Maret 2021 di Crowne Plaza Birmingham City Centre. ***

wwwwww