Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
14 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
13 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
12 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
6
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
7 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Home  /  Berita  /  Sepakbola
Turnamen Sepakbola Piala Menpora 2021

Pelatih Arema FC: Sektor Belakang dan Finishing Touch Jadi PR Besar

Pelatih Arema FC: Sektor Belakang dan Finishing Touch Jadi PR Besar
Arema FC melawan Persikabo.
Senin, 22 Maret 2021 10:49 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SOLO - Arema FC membuka laga perdana mereka di babak penyisihan Grup A Piala Menpora 2021 dengan hasil yang kurang memuaskan. Tim berlogo singa mengepal itu hanya memetik hasil seri 1-1 melawan Persikabo 1973 di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah.

Menanggapi hasil tersebut, Pelatih Arema FC, Kuncoro menyebut sektor belakang dan finishing touch menjadi PR besar untuk diperbaiki di dua laga tersisa. Kuncoro menilai lini belakangnya masih sering kehilangan fokus saat menghadapi serangan lawan. 

Hal ini terbukti dari gol Persikabo yang dicetak Ahmad Noviandani di menit 11 karena kurang rapatnya penjagaan pemain belakang Arema FC.

“Untuk pemain belakang sementara ini memang masih banyak kelemahan. Tapi kedepan akan segera kita benahi,” tutur Kuncoro.

“Tadi kita lakukan pergantian memang untuk menambal itu,” imbuhnya.

Lini serang juga tak luput dari evaluasi yang dilakukannya. Pelatih berusia 48 tahun itu menilai timnya seharusnya bisa mencetak lebih dari satu gol. Karena duet striker Arema FC, Dedik Setiawan dan Kushedya Hari Yudo mampu menciptakan beberapa peluang. Namun kurang tenang dan eksekusi yang terburu-buru membuat peluang-peluang yang diraih tidak dapat dimaksimalkan menjadi gol.

“Striker kita di pertandingan tadi memang belum maksimal. Banyak peluang tapi tidak jadi gol, saya tekankan tadi kepada Dedik dan Yudo sebagai striker harus punya ketenangan." 

"Tadi saya catat ada tiga peluang yang bisa jadi gol namun pemain masih terburu-buru dan kurang tenang. Ketenangan penting bagi seorang striker terlepas dari keberuntungan,” ungkap Kuncoro.

Di dua pertandingan selanjutnya melawan PSIS Semarang dan Barito Putera, Kuncoro optimis permainan Arema FC akan semakin membaik dan lolos ke babak selanjutnya. 
“Kita tetap optimis, berusaha semaksimal mungkin di dua pertandingan sisa ini,” tandasnya. ***

wwwwww