Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
24 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
23 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
21 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
4
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
23 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
5
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
21 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
6
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Home  /  Berita  /  Nasional

Embargo Vaksin Mulai Terjadi, Kemenkes Berhati-hati Atur Laju Vaksinasi

Embargo Vaksin Mulai Terjadi, Kemenkes Berhati-hati Atur Laju Vaksinasi
Menkes Budi Gunadi Sadikin (di podium) dalam jumpa pers, Jumat (26/3/2021). (gambar: tangkapan layar video setpres)
Jum'at, 26 Maret 2021 15:04 WIB
JAKARTA - Menkes RI (Menteri Kesehatan Republik Indonesia), Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, mulai terjadi embargo vaksin karena tingginya lonjakan kasus Covid-19 di beberapa negara, termasuk di India.

Dalam pernyataan persnya, Jumat (26/3/2021), Budi mengatakan, embargo tersebut mungkin saja bisa bisa mengganggu kedatangan vaksin atau ketersediaan vaksin dalam beberapa bulan ke depan, terutama yang berasal dari negara-negara yang melakukan embargo.

"Sehingga kita perlu berhati-hati mengatur laju penyuntikan vaksinnya agar tidak ada kekosongan vaksin nantinya," kata Budi dikutip GoNews.co dari video Setpres.

Sejauh ini, kata Budi, kecepatan penyuntikan vaksin sudah sesuai.

Budi mengungkapkan, pelonjakan kasus positif Covid-19 juga terjadi di beberapa negara eropa. Penyebabnya adalah strain baru yang juga sudah datang di Indonesia pada Januari 2021. "Dan juga, adanya mobilitas yang terlalu agresif,".

"Sehingga, arahan Bapak Presiden, coba dicari titik keseimbangan agar hasil yang sudah bagus-penurunan karena PPKM Mikro da vaksinasi-itu kita tidak kehilangan momentum perbaikannya," kata Budi.

Sebagai informasi, strain virus adalah varian virus yang menunjukkan sifat fisik yang baik dan jelas, baik sama ataupun berbeda dengan virus aslinya.

Penelusuran GoNews.co, pada awal Februari 2021 lalu varian baru B117 terdeteksi masuk Indonesia melalui WNI yang baru saja melakukan perjalanan dari Arab Saudi. ***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Voli, Nasional, SEA Games, DKI Jakarta
wwwwww