Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
24 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
2
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
24 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
3
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
Umum
24 jam yang lalu
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
4
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
22 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Sirkuit Nasional Wushu Taolu Seri I/2021

Chandra Bhakti Bilang Harus Jadi Role Model Cabor Lain

Chandra Bhakti Bilang Harus Jadi Role Model Cabor Lain
Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Chandra Bhakti.
Sabtu, 27 Maret 2021 20:06 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Terobosan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) menggelar Sirkuit Nasional Wushu Taolu di tengah pandemi Covid 19 dalam rangka menjaring atlet berkualitas dan menjalankan program pembinaan secara berkesinambungan patut menjadi role model (panutan) bagi cabang olahraga (cabor) lain.

"Tahun 2021 ini, baru PB WI yang menggelar Sirkuit. Dan, sirkuit ini harus jadi role model bagi cabor lainnya dalam rangka menjalankan program pembinaan untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasinya. Dan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan PB WI," kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Chandra Bhakti yang mewakili Menpora Zainudin Amali saat menutup secara resmi Sirkuit Wushu Nasional Taolo Seri I/2021 yang disiarkan live dari Yogyakarta, Sabtu (27/3/2021).

Sirkuit nasional yang berjalan lancar dan sukses ini, kata Chandra Bhakti, sebuah prestasi yang sejalan dengan kebijakan olahraga Kemenpora yang tertuang dalam grain desain olahraga nasional. Makanya, Kemenpora akan mendorong sirkuit ini terus berjalan.

"Sirkuit nasional ini harus berjalan terus. Kalau ada tahap satu, ada tahap kedua, dan tahap selanjutnya sehingga Sirkuit ini bisa menjadi bagian dari seleksi yang mampu menghasilkan atlet terbaik," katanya.

Lebih jauh Chandra Bhakti menyebut Kemenpora memasukkan wushu yang sudah meraih prestasi di berbagai event internsional dalam 14 cabor unggulan sangat obyektif. "Wushu itu menjadi cabor unggulan bukan dasar pertimbangan tetapi melalui kajian mendalam. Sudah uji publik di berbagai daerah mulai dari Bogor, Bandung, Semarang dan Surabaya dimana tidak ada satu pun para pakar olahraga yang membantah tentang prestasi yang telah dikuir wushu selama ini," jelasnya.

Sementara itu, Sekjen PB WI, Ngatino mengimbau kepada seluruh atlet yang tampil di Sirkuit untuk terus berlatih menghadapi Seri kedua dan ketiga. Apalagi, sirkuit ini digelar dalam upaya menjaring atlet yang akan dimasukkan dalam pelatnas junior menghadapi Kejuaraan Dunia Wushu Junior  tahun 2022.

"Bagi atlet yang belum berhasil meraih prestasi di Seri pertama harus meningkatkan program latihan untuk menghadapi seri selanjutnya. Jangan putus asa apalagi menyerah. Peluang masih terbuka untuk bisa terpilih dalam pelatnas junior karena penilaian ditentukan melalui poin. Begitu juga bagi atlet yang berprestasi harus bisa mempertahankan kualitasnya sehinga persaingan akan semakin ketat,@ kata Ngatino. ***

wwwwww