Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Punya Biaya Lagi, Dedek Bayi Pengidap Omfalokel Terpaksa Keluar dari RSUD Arifin Achmad
Peristiwa
6 jam yang lalu
Tak Punya Biaya Lagi, Dedek Bayi Pengidap Omfalokel Terpaksa Keluar dari RSUD Arifin Achmad
2
Kader IMM Diharapkan Jadi Pemuda Kreatif, Inovatif dan Berjiwa Wirausaha
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Kader IMM Diharapkan Jadi Pemuda Kreatif, Inovatif dan Berjiwa Wirausaha
3
Beri Kuliah Umum di UNNES, Amali Kembali Ingatkan Pentingnya Sport Science
Olahraga
22 jam yang lalu
Beri Kuliah Umum di UNNES, Amali Kembali Ingatkan Pentingnya Sport Science
4
Sindir Komisaris PT Pelni, Tokoh Papua: Bocah Ini Agamanya Gak Jelas, Kok Nuduh Ulama Radikal
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Sindir Komisaris PT Pelni, Tokoh Papua: Bocah Ini Agamanya Gak Jelas, Kok Nuduh Ulama Radikal
5
Kritik Keras MUI ke PT Pelni soal Pembatalan Pengajian: Bentuk Nyata Arogansi Kekuasaan!
Peristiwa
9 jam yang lalu
Kritik Keras MUI ke PT Pelni soal Pembatalan Pengajian: Bentuk Nyata Arogansi Kekuasaan!
6
Kecepatan dan Ketepatan Target Penanganan Teroris, Indonesia harus Belajar dari New Zealand
Hukum
8 jam yang lalu
Kecepatan dan Ketepatan Target Penanganan Teroris, Indonesia harus Belajar dari New Zealand
Home  /  Berita  /  Hukum

Sama dengan Pelaku di Makassar, Polisi Juga Temukan Surat Wasiat di Rumah ZA

Sama dengan Pelaku di Makassar, Polisi Juga Temukan Surat Wasiat di Rumah ZA
Ilustrasi Densus 88. (Foto: Istimewa)
Rabu, 31 Maret 2021 22:48 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Aparat kepolisian dari Tim Densus 88, melakukan penggeledahan di rumah ZA (26), gadis penyerang Mabes Polri, di Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (31/3/2021) malam.

Dalam penggeledahan itu, Polisi mengklaim menemukan surat wasiat dari pelaku. Demikian diungkapkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam jumpa persnya, Rabu (31/3/2021) malam.

''Kita temukan juga saat penggeledahan di rumahnya ada surat wasiat,'' kata Sigit.

Menurut Kapolri, Tim Densus 88 juga menemukan sebuah pesan yang telah disampaikan ZA sebelum melancarkan aksi penyerangannya di Mabes Polri. ''Ada kata-kata di WA Group keluarga bahwa yang bersangkutan akan pamit,'' ujar dia.

Sebelumnya, pelaku bom bunuh diri depan gerbang Gereja Katedral Makassar, ternyata meninggalkan sepucuk surat wasiat. Surat diberikan untuk keluarga dengan ditulis tangan di selembar kertas. Surat tersebut beredar luas di media sosial.

Dalam wasiatnya pria berinisial L yang diduga menjadi pelaku bom bunuh diri tersebut mengajak keluarganya untuk tetap menjalankan ibadah, utamanya salat.

Dia juga memberikan uang sejumlah Rp2.350.000 kepada keluarganya untuk membayar pinjaman utang di bank. Dia meminta agar keluarga tak lagi berutang ke bank.

Untuk diketahui, terduga teroris yang menyerang Mabes Polri tewas ditembak aparat kepolisian.

Sebelum itu, terduga teroris ini masuk dari gerbang belakang Mabes Polri. Dia berjalan masuk ke gedung utama yang letaknya di bagian depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dalam gambar yang beredar, terduga teroris ini mendekat ruangan Kapolri, tepatnya di pos penjagaan di Mabes Polri. Disitulah pelaku ditembak dan tewas ditempat.***

wwwwww