Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
21 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
20 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
20 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
19 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
20 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Beladiri

IPW: Pertama dalam Sejarah, Mabes Polri Diserang dari Dalam

IPW: Pertama dalam Sejarah, Mabes Polri Diserang dari Dalam
Pengamanan Gedung Mabes Polri pasca penyerangan. (Foto: Istimewa)
Kamis, 01 April 2021 17:04 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengatakan penyerangan terduga teroris berinisial ZA di dalam Mabes Polri merupakan peristiwa pertama kali dalam sejarah.

"Para teroris ingin menunjukkan ke publik bahwa inilah pertama kali dalam sejarah bahwa Mabes Polri bisa diserang teroris dari dalam," kata Neta dalam keterangan tertulis yang diterima GoNews.co, Kamis (1/4/2021).

Neta menyebut kelompok teroris juga ingin menunjukkan betapa lemahnya sistem keamanan Mabes Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Di saat Polri sedang sibuk melakukan penggerebekan ke sarang teroris di berbagai tempat justru markas besarnya malah kebobolan dari dalam," ujarnya.

Menurut Neta, serangan terduga terduga teroris di Gereja Katedral Makassar dan Mabes Polri ini baru peringatan atau uji coba untuk serangan yang lebih besar. Ia pun meminta Polri segera menangkap pimpinan kelompok ini.

"Bagaimana pun, baik serangan di Makassar maupun di Mabes Polri ada pihak yang mengendalikan dan tidak mungkin pelaku bekerja sendiri," katanya.

Lebih lanjut, Neta meminta polisi menjelaskan jenis senjata yang digunakan ZA saat menyerang anggota polisi di Mabes Polri. Selain itu, polisi juga perlu mengungkap bagaimana senjata itu bisa masuk ke Mabes Polri.

"Bagaimana senjata itu bisa masuk ke dalam Mabes Polri? Dengan siapa pelaku bertemu di dalam Mabes Polri sehingga pelaku bisa mendapatkan senjata dan melakukan serangan dari dalam," ujarnya.

Sebelumnya, dua serangan terjadi di Indonesia dalam kurun waktu kurang dari sepekan. Serangan pertama berupa bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (28/3).

Serangan kedua dilakukan seorang perempuan berinisial ZA, readyviewed yang diduga teroris lone wolf, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (31/3). ZA langsung ditembak mati oleh petugas di lokasi.***

wwwwww