Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KPK OTT Walikota Tanjung Balai, Erwin Syahfutra: Kita Apresiasi Meski Telat
Peristiwa
15 jam yang lalu
KPK OTT Walikota Tanjung Balai, Erwin Syahfutra: Kita Apresiasi Meski Telat
2
Tak Berani Cabut Izin XL Axiata, Arief Poyuono: Menkominfo Johnny G Plate Layak Direshuffle
Politik
17 jam yang lalu
Tak Berani Cabut Izin XL Axiata, Arief Poyuono: Menkominfo Johnny G Plate Layak Direshuffle
3
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
4
Penundaan India Terbuka, Untungkan Hafiz/Gloria
Olahraga
15 jam yang lalu
Penundaan India Terbuka, Untungkan Hafiz/Gloria
5
Kepala BNSP Bantah Larang Dewan Pers Lakukan UKW
Peristiwa
15 jam yang lalu
Kepala BNSP Bantah Larang Dewan Pers Lakukan UKW
6
Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Peristiwa
19 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Home  /  Berita  /  Olahraga

Dapat Dukungan IKA, Krisna Bayu Paham Konsekuensi Rangkap Jabatan

Dapat Dukungan IKA, Krisna Bayu Paham Konsekuensi Rangkap Jabatan
Ketua Umum PB Ferkushi, Krisna Bayu.
Selasa, 06 April 2021 21:15 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Tugas dan tanggung jawab Krisna Bayu semakin besar tatkala dirinya menerima hasil keputusan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Ferkushi untuk menjabat Ketua Umum PB Ferkushi periode 2021-2025. Pasalnya, mantan pejudo Indonesia ini saat ini masih menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia (PP Persambi).

Krisna Bayu pasti memahami konsekuensi rangkap jabatan yang diembannya. Apalagi, dia sudah mencatat sejarah dengan meraih medali emas pada sembilan kali pelaksanaan SEA Games dan lima kali juara Asia. Plus empat kali tampil di Asian Games dan tiga kali di Olimpiade.

"Tak ada masalah bagi saya merangkap jabatan. Selain tidak melanggar AD/ART Kurash dan Sambo, olahraga beladiri kurash dan sambo itu kan punya karakter yang mirip yakni mengandalkan bantingan. Makanya, saya akan berusaha semaksimal mungkin bisa mengangkat prestasi olahraga kurash di ajang SEA Games Hanoi, Vietnam 2021, Pengalaman saya saat menjadi atlet akan saya curahkan untuk mencetak atlet kurash Indonesia berkualitas yang mampu bersaing pada Asian Games China 2022 nanti. Apalagi, atlet kurash Indonesia telah meraih perunggu pada Asian Games Jakarta 2018," kata Krisna Bayu yang ditemui usai Munalub Ferkusi.

Tidak keliru memang 18 Pengprov Ferkushi yang hadir di Munaslub menggantungkan harapan terhadap Krisna Bayu tentang masa depan olahraga kursah. Apalagi, dia telah membuktikan kemampuannya saat memimpin PP Persambi. Secara mengejutkan, sambo yang tidak diperhitungkan sukses menyumbangkan empat medali emas bagi Kontingen indonesia pada SEA Games Filipina 2019.

Sejak kegagalan kurash memenuhi target medali emas pada SEA Filipina 2019, Krisna Bayu punya banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikannya. Seperti tiga tuntutan Ketua Pengprov Ferkushi Jawa Barat, Irfan Akmal yang diputuskan menjadi amanat Munaslub.

Pertama, melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dalam upaya menyusun program pembinaan olahraga kurash. Kedua, menggelar Munaslub untuk penyempurnaan peraturan organisasi dan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Terakhir, menggelar Seleksi Nasional (Seleknas) yang betujuan menjaring atlet kurash potensial untuk dipersiapkan menghadapi SEA Games Hanoi, Vietnam 2021.

"Saya akan mencoba menjalankan amanat Munaslub dalam rangka mensinergikan hubungan dengan PB Ferkushi dengan Pengprov Ferkushi yang selama ini tersumbat. Dan, saya yakin dengan kerja sama yang baik pasti akan menelurkan hasil yang baik juga," ungkapnya.

Satu hal lagi yang perlu dicatat adalah Munaslub dipantau Reza Nassiri selaku Technical Director IKA (Asosiasi Kurash Internasional) sebagai utusan Presiden IKA, Haider Farman. Bahkan, Reza Nassiri melalui zoom meeting mengucapkan selamat atas terpilihnya Krisna Bayu sebagai Ketua Umum PB Ferkushi periode 2021-2025.

Kabar gembira juga disampaikan Nassiri yang menyebutkan IKA siap membantu Krisna Bayu dalam membangun prestasi olahraga kurash Indonesia sekaligus mengizinkan Indonesia memproduksi pakaian kurash sendiri.

"Dukungan IKA ini sangat penting dalam upaya membangun prestasi olahraga kurash di Indonesia. Begitu juga dengan adanya izin IKA kepada Indonesia untuk memproduksi pakaian sendiri. Selama ini kita kan mengimpor pakaian dari luar dengan harga yang cukup tinggi tetapi adanya izin IKA ini harga pakaiannya bisa jauh lebih murah," tutupnya. ***

wwwwww