Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KPK OTT Walikota Tanjung Balai, Erwin Syahfutra: Kita Apresiasi Meski Telat
Peristiwa
15 jam yang lalu
KPK OTT Walikota Tanjung Balai, Erwin Syahfutra: Kita Apresiasi Meski Telat
2
Tak Berani Cabut Izin XL Axiata, Arief Poyuono: Menkominfo Johnny G Plate Layak Direshuffle
Politik
17 jam yang lalu
Tak Berani Cabut Izin XL Axiata, Arief Poyuono: Menkominfo Johnny G Plate Layak Direshuffle
3
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
4
Penundaan India Terbuka, Untungkan Hafiz/Gloria
Olahraga
15 jam yang lalu
Penundaan India Terbuka, Untungkan Hafiz/Gloria
5
Kepala BNSP Bantah Larang Dewan Pers Lakukan UKW
Peristiwa
15 jam yang lalu
Kepala BNSP Bantah Larang Dewan Pers Lakukan UKW
6
Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Peristiwa
19 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Home  /  Berita  /  Olahraga

Krisna Bayu Terpilih Jadi Ketua Umum PB Ferkushi

Krisna Bayu Terpilih Jadi Ketua Umum PB Ferkushi
Ketua Umum PB Ferkushi, Krisna Bayu bersama peserta Munaslub.
Selasa, 06 April 2021 19:31 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Mantan atlet judo Indonesia, Krisna Bayu terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Kurash Indonesia (PB Ferkushi) periode 2021-2025 pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Ferkushi di Jakarta, Senin-Selasa (5-6/4/2021).

Pada pemilihan yang diikuti 16 pengurus provinsi (pengprov) pemilik suara sah dan dua pengprov peninjau, Krisna mampu mengumpulkan 14 suara. Sedangkan dua suara lainnya mendukung Henri Yuzano dari Pengprov Ferkushi Banten.

Sebagai informasi, Munaslub digelar karena adanya mosi tidak percaya kepada ketua umum Abdul Hafil Fudin yang dianggap tidak mampu menjalankan organisasi dengan baik. Disharmonisasi selalu muncul di tubuh anggota. Selain itu, Munaslub ini dipicu insiden SEA Games 2019 Filipina dan kegagalan meraih dua medali emas yang dijanjikan Ferkushi saat itu.

Melihat persoalan-persoalan tersebut, mayoritas pengprov sepakat menggelar Munaslub untuk menggantikan posisi Abdul Hafil Fuddin. Munaslub dianggap kuorum karena diikuti dua pertiga dari jumlah pengprov yang ada, yaitu 18 dari 20 pengprov yang ada di Indonesia.

Krisna mengatakan, sebelum proses pemilihan ketua umum PB Ferkushi dilakukan, dia menyempatkan diri untuk menelepon Hafil Fuddin. Namun, upaya itu gagal lantaran Hafil tidak mengangkatnya. "Saya izin telepon Pak Hafil Fuddin via WA untuk bicara, tapi tidak direspons sama sekali. Sebagai mantan atlet dan terpilih sebagai ketua umum Ferkushi, saya ingin menunjukkan etika baik, berkomunikasi dan menjunjung nilai sportivitas, tapi tidak dapat respons. Saya tetap akan menjalankan amanah yang sudah diberikan kepada saya dengan sebaik-baiknya," ungkap Krisna.

Dengan terpilihnya Krisna sebagai ketua umum Ferkushi, kini dia merangkap jabatan karena sebelumnya sudah menjadi ketua umum Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia (PP Persambi). Mengenai masalah ini, Krisna tak mempersoalkan karena mengklaim tidak melanggar peraturan, baik dari Ferkushi, Persambi dan KONI Pusat.

"Dalam AD/ART kurash tidak disebutkan soal larangan rangkap jabatan. Di KONI juga tidak dilarang, jadi sah-sah saja," terangnya.

Krisna beserta tim formatur juga segera membentuk kepengurusan dalam waktu 30 hari sejak terpilih. Apalagi, banyak event yang sudah disiapkan, antara lain kejuaraan nasional (Kejurnas) kurash di Bandung setelah Lebaran 2021.

"Setelah Lebaran adakan kejurnas dan karena saya juga ketua umum sambo, nanti akan berdampingan dua olahraga ini. Semua akan berkolaborasi karena kedua cabang olahraga ini sama-sama mengandalkan teknik bantingan," katanya. ***

wwwwww