Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
2
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
23 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
3
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
Sepakbola
23 jam yang lalu
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
4
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
Korporasi
23 jam yang lalu
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
5
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
Sepakbola
23 jam yang lalu
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
6
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
3 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Home  /  Berita  /  Voli

Airlangga Sarankan Jokowi Geser Moeldoko

Airlangga Sarankan Jokowi Geser Moeldoko
Airlangga saat bersama Presiden Joko Widodo. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 09 April 2021 16:05 WIB
JAKARTA - Pengajar Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman mengatakan, keterlibatan Kepala KSP Moeldoko dalam polemik kepemimpinan Partai Demokrat memberikan implikasi negatif bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pasalnya, Kantor Staf Kepresidenan merupakan lembaga yang berada di bawah Presiden sehingga seharusnya tidak memiliki konflik kepentingan politik partisan.

"Sebaiknya Pak Moeldoko mengundurkan diri atau dipindah ke kementerian lain," ujarya dalam diskusi yang digelar secara daring dilansir dari JPNN.

KSP, menurutnya, sebaiknya dibuka untuk kepemimpinan baru yang lebih fokus bekerja mengawal program-program prioritas Presiden.

Doktor politik alumni Murdoch University Australia ini menilai, kinerja KSP juga tidak memberikan kontribusi yang cukup baik.

Padahal, KSP seharusnya mampu memberikan masukan sebagai pertimbangan strategi yang harus dilakukan oleh presiden sesuai dengan agenda besar yang dihadapi.

Misalnya, kata dia, KSP seharusnya fokus melakukan monitoring dan evaluasi program penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional sebagai agenda prioritas presiden.

"Namun pekan kemarin, Presiden malah kok menghadiri pernikahan selebriti yang kemudian menimbulkan persepsi publik dan munculnya berbagai pertanyaan prioritas pemerintahan saat ini," jelas Airlangga.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww