Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
18 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
22 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
19 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  PON

Pengamat Dorong Optimasi Peran Bakohumas

Pengamat Dorong Optimasi Peran Bakohumas
Ilustrasi informasi di era digital. (gambar: ist./kompasiana/suluh riau)
Senin, 12 April 2021 15:25 WIB
JAKARTA - Pengamat Komunikasi dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menilai, Humas (hubungan masyarakat) Pemerintah tidak menunjukkan sensitifitas dalam kondisi Indonesia yang serba anomali-khususnya selama pandemi Covid-19-dimana simpang siur informasi tidak terkelola dengan baik.

Dalam sebuah pernyataannya, Senin (12/4/2021), Jamil mengatakan, "Hal itu berdampak pada kegamangan akan kebenaran informasi yang diterima masyarakat baik dari media massa maupun media sosial,". Seharusnya, kata Jamil, Humas Pemerintah di tingkat pusat dan daerah muncul memberikan informasi alternatif yang berkualitas dan kredibel.

"Humas Pemerintah tidak terorganisir dengan baik," ujar Jamil sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Karenanya, pengajar riset kehumasan itu mendorong agar Bakohumas yang ada di Kemkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) diberi peran besar untuk menyatukan aktifitas Humas Pemerintah, Humas BUMN (Badan Usaha Milik Negara), dan Humas PTN (Perguruan Tinggi Negeri).

Sejauh ini, menurut Jamil, Kemenkominfo terkesan lebih dominan mengurus tools (teknologi), bukan kontennya. "Padahal, konten seharusnya lebih penting dan dominan daripada tools-nya," kata Jamil.

"Kemenkominfo harus mengubah orientasi dari tools (teknologi) kembali ke konten. Dengan begitu, Kemenkominfo kembali menyeimbangkan komunikasi dan informatika," kata Dekan FIKOM IISIP periode 1996 - 1999 itu.

Catatan GoNEWS.co, beberapa kehumasan di kementerian, lembaga dan badan, terbilang aktif di media sosial. Beberapa lainnya, juga melibatkan pers dalam menyampaikan informasi.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Voli, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww