Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
12 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
14 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
9 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
5
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
7 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
7 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Nasional

Permintaan Mendagri untuk Pembangunan Kaltara

Permintaan Mendagri untuk Pembangunan Kaltara
Mendagri Muhammad Tito dalam Musrenbang Penyusunan RKPD Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2022 secara virtual, Selasa (13/4/2021). (foto: ist./puspen kemendagri)
Selasa, 13 April 2021 20:38 WIB
JAKARTA - Mendagri (Menteri Dalam Negeri) Muhammad Tito, tegas meminta agar pembangunan Provinsi Kaltara (Kalimantan Utara) dilakukan secara inklusif dan berbasis lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Mendagri Tito dalam Musrenbang Penyusunan RKPD Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2022, secara virtual Selasa (13/4/2021). Musrenbang kali ini mengusung tema 'Pemantapan Pemulihan Ekonomi dan Kesehatan untuk Pertumbuhan yang Inklusif'.

"Saya mohon betul pembangunan yang dilakukan di Kaltara, sesuai dengan tema, berbasis inklusif dan berbasis lingkungan," kata Tito dalam siaran Puspen (Pusat Penerangan) Kemendagri yang dikutip GoNEWS.co, Selasa.

Kaltara, kata Tito, termasuk daerah hutan perawan. Pembangunan jangan sampai menimbulkan kerusakan lingkungan yang masif sehingga berpotensi menyebabkan bencana alam seperti banjir dan lain-lain.

"Ini beberapa daerah sudah too late, perlu melakukan reboisasi dan kembali realokasi tata ruang. Itu tidak gampang, tolong jangan meninggalkan legacy, untuk pemerintahan berikut dan anak cucu, yang tidak baik," tandasnya.

Mendagri menilai, aspek ekonomi dan kesehatan harus dibangun beriringan. Tak kalah penting, keduanya juga harus dijalankan secara inklusi dengan melibatkan masyarakat secara terbuka.

"Nah, yang inklusif ini maksudnya adalah untuk semua rakyat, terbuka untuk semua orang, bukan eksklusif. Nah untuk pertumbuhan inklusif ini, maka di antaranya adalah membuat sumber daya yang ada, usaha-usaha yang ada dengan melibatkan masyarakat," tegas Mendagri Tito.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, DKI Jakarta
wwwwww