Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
Peristiwa
8 jam yang lalu
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
2
LaNyalla: Pesantren Punya Peran Besar dalam Memajukan Indonesia
Politik
10 jam yang lalu
LaNyalla: Pesantren Punya Peran Besar dalam Memajukan Indonesia
3
Polisi Kejar Debt Collector yang Hendak Rampas Mobil yang Angkut Orang Sakit
Hukum
16 jam yang lalu
Polisi Kejar Debt Collector yang Hendak Rampas Mobil yang Angkut Orang Sakit
4
Sembilan Debt Collector Penghadang Serda Nurhadi Ditangkap
Peristiwa
9 jam yang lalu
Sembilan Debt Collector Penghadang Serda Nurhadi Ditangkap
5
Al-Aqsa Diserang, Dunia Internasional dan Donatur Diminta Lakukan Ini
Peristiwa
13 jam yang lalu
Al-Aqsa Diserang, Dunia Internasional dan Donatur Diminta Lakukan Ini
6
Penyelidik AS Ungkap Temuan Virus sebagai Model Upaya Perang
Internasional
15 jam yang lalu
Penyelidik AS Ungkap Temuan Virus sebagai Model Upaya Perang
Home  /  Berita  /  Nasional

Perlukah Tes Antibodi Pasca Vaksinasi?

Perlukah Tes Antibodi Pasca Vaksinasi?
Ilustrasi. (gambar: ist./shutterstock)
Minggu, 18 April 2021 11:27 WIB
JAKARTA - Kementerian Kesehatan tidak menyarankan masyarakat untuk melakukan pengujian antibodi secara mandiri setelah vaksinasi. Pasalnya, pengujian untuk menentukan imunogenisitas dari pemberian vaksinasi seharusnya dengan pemeriksaan uji netralisasi, namun uji itu tidak mudah dan berisiko serta harus melalui pemeriksaan laboratorium yang terbatas.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers secara daring, Selasa (16/3/2021) juga menjelaskan, hingga saat ini belum ada pengujian standar internasional yang direkomendasikan Badan Kesehatan Dunia/WHO terkait pemeriksaan kadar antibodi pasca vaksinasi.

"Secara internasional tidak pernah dikatakan berapa batas efek proteksi, karena ada sistim seluler dan sistim humoral dalam kekebalan tubuh kita, sehingga kalau kita melakukan tes antibodi ini bisa jadi salah pengertian. Angka yang kecil titer antibodi bukan berarti tidak memberikan efek proteksi," jelasnya kepada GoNEWS.co, Minggu (18/4/2021).

Terkait tes antibodi pasca vaksinasi ini, Wakil Kepala Eijkman, Prof. dr. David Handojo Muljono dalam pemberitaan TV One mengatakan, hal tersebut tidak dilarang tetapi belum dianjurkan karena belum adanya standarisasi. Perlu juga diketahui, antibodi terbagi menjadi kualitatif  dan kuantitatif, kuantitatif adalah untuk mengetahui jumlah titernya atau kadar.

"Kalau ingin tahu apakah antibodi sudah muncul atau tidak, itu kadar. Tolong dicatat bahwa ini pun masih belum ada standarisasinya," kata David.

Mengutip situs setiamedika.com, ada yang disebut Neutralizing Antibody (NAb) Test spesifik untuk mendeteksi antibodi yang mampu menetralisir virus SARS-CoV-2. Pemeriksaan ini dapat memantau daya tahan tubuh seseorang terhadap Covid-19 pasca vaksinasi. Selain untuk memeriksa antibodi pasca vaksinasi, NAb Test juga berfungsi untuk mengevaluasi efektivitas dan pengembangan vaksin, menganalisis status herd immunity, monitoring kadar NAb pada pasien Covid-19, serta untuk keperluan CPT (convalescent plasma therapy).

Ada juga PRNT (Plaque Reduction Neutralization Test) yang merupakan metode pemeriksaan gold standard untuk mendeteksi dan mengukur antibodi yang dapat menetralisir virus. Metode PRNT memiliki tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi, namun metode ini memiliki beberapa kekurangan, diantaranya:

1. Tidak praktis digunakan untuk evaluasi serodiagnosis dan vaksin skala besar

2. Rumit dan memakan waktu yang lama (beberapa hari)

3. Membutuhkan tenaga ahli dan dana yang lebih besar Oleh karena itu, dibutuhkan metode alternatif lain yang dapat digunakan untuk skala besar dengan waktu pengerjaan yang lebih singkat.

Shenzhen YHLO Biotech Co., Ltd. merilis panel pemeriksaan khusus untuk mendeteksi antibodi yang memiliki kemampuan menetralkan virus (Neutralizing Antibody) SARS-CoV-2. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen YHLO iFlash1800 dengan reagen YHLO Neutralizing Antibody (NAb). YHLO iFlash1800 merupakan alat yang menggunakan prinsip kerja CLIA (Chemiluminescence Imunoassay) dengan waktu pengerjaan kurang dari 30 menit. YHLO NAb Assay memiliki korelasi yang sangat baik dengan metode PRNT dengan nilai korelasi sebesar 0,9623 (96%). Hal ini menunjukkan bahwa YHLO NAb Assay memberikan hasil deteksi yang sangat mendekati metode pemeriksaan gold standard (PRNT).

PT Setia Anugrah Medika menyatakan, mereka menyediakan produk alat CLIA YHLO iFlash 1800 beserta dengan reagent untuk pemeriksaan NAb, tidak hanya untuk NAb bahkan YHLO iFlash 1800 pun bisa digunakan untuk parameter pemeriksaan lainnya Seperti pemeriksaan IgG dan IgM, kemudian Tiroid, Cardiac Marker, Tumor Marker, ToRCH, Blood Bank, dan pemeriksaan lainnya.

Pantauan GoNEWS.co, ada juga alat tes rapid antibodi yang dijual bebas di situs jual beli online. ***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Kesehatan, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww