Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
14 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
13 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
12 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
6
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
6 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Home  /  Berita  /  Basket

Sukamta Desak ASEAN Bertanggung Jawab Hentikan Kekerasan di Myanmar

Sukamta Desak ASEAN Bertanggung Jawab Hentikan Kekerasan di Myanmar
Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sukamta. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 24 April 2021 22:12 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sukamta berharap Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang digelar di Jakarta, Sabtu (24/4) ini, bisa membuahkan hasil konkret.

Misalnya, pertemuan tersebut bisa menyatukan sikap pimpinan ASEAN menghentikan kekerasan dan memulihkan demokrasi di Myanmar.

"Tidak ada lagi alasan untuk tidak ikut campur terhadap persoalan yang terjadi di Myanmar yang merupakan anggota ASEAN. ASEAN bertanggung jawab untuk hentikan kekerasan dan pulihkan demokrasi," kata Sukamta dalam pesan singkatnya kepada awak media, Sabtu ini (24/4).

Sukamta menilai, krisis di Myanmar saat ini sudah tak bisa ditolerir. Ada pelanggaran HAM berat di negara Seribu Pagoda itu. Sebab, krisis di sana telah memakan korban 700 jiwa.

Wakil Ketua Fraksi PKS berharap KTT ASEAN juga bisa menghasilkan keputusan mencegah kondisi di Myanmar makin buruk. "Jika situasi ini tidak segera ditangani bisa mengarah kepada perang saudara," ujar dia.

Jika diperlukan, kata Sukamta, pimpinan ASEAN memberi tenggat waktu bagi rezim kudeta untuk memulihkan kondisi di Myanmar.

"Kabarnya pemimpin kudeta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing akan hadir. KTT harus beri batas waktu kepada rezim untuk penghentian segala bentuk kekerasan, membebaskan semua tahanan politik dan kembalikan kedaulatan sipil," ucap Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS itu.***

wwwwww