Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Madura United Tampil dengan Jersey Berbeda
Sepakbola
22 jam yang lalu
Madura United Tampil dengan Jersey Berbeda
2
Pemain PSM Diminta Jaga Kebugaran Selama Libur
Sepakbola
22 jam yang lalu
3
Viral Anak Ditulis Pembantu dalam KK, Ini Penjelasan Dukcapil
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Viral Anak Ditulis Pembantu dalam KK, Ini Penjelasan Dukcapil
4
Ada Celah Nih! Ombudsman RI Minta Kepala Daerah Awasi Pembayaran THR
Umum
17 jam yang lalu
Ada Celah Nih! Ombudsman RI Minta Kepala Daerah Awasi Pembayaran THR
5
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
Hukum
8 jam yang lalu
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
6
Joko Susilo Berburu Tiga Pemain Asing
Sepakbola
15 jam yang lalu
Joko Susilo Berburu Tiga Pemain Asing
Home  /  Berita  /  Politik

Panas Dingin Hubungan Anies dan Demokrat

Panas Dingin Hubungan Anies dan Demokrat
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: Merdeka.com)
Senin, 26 April 2021 14:16 WIB
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ditemani dua pemimpin daerah dari Partai Demokrat ketika berkunjung ke Jawa Timur. Anies dan Partai Demokrat punya hubungan historis yang kadang panas, kadang dingin.

Kunjungan Anies Baswedan ke Jawa Timur diduga bernuansa politis untuk Pilpres 2024. Anies bertemu langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang mana keduanya hampir selalu masuk survei elektabilitas calon presiden 2024.

Adapun kepala daerah dari Demokrat yang menemani Anies selama di Jawa Timur yakni Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono serta Wabup Ngawi Dwi Rianto Jatmiko. Dua kepala daerah di Kota Madiun dan Ngawi tersebut, diusung Partai Demokrat saat Pilkada.

Maidi diketahui memiliki kedekatan dengan Partai Demokrat meski juga disebut kader PDIP. Sementara itu, Ony Anwar Harsono-Dwi Rianto Jatmiko diusung Demokrat saat Pilkada Serentak 2020.

Partai Demokrat mengakui ada kedekatan historis dengan Anies Baswedan. Demokrat menyebut Anies pertama kali menapaki dunia politik lewat jalur Partai Demokrat.

"Secara formal, Partai Demokrat adalah panggung pertama bagi Mas Anies masuk ke pentas politik kala menjadi peserta konvensi capres (calon presiden) Partai Demokrat pada 2013 yang lalu. Jadi ada kedekatan historis," kata Deputi Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, saat dihubungi, Minggu (25/4/2021).

Bagaimana jejak Anies Baswedan dalam konvensi calon presiden Partai Demokrat?

Konvensi Partai Demokrat diikuti 11 peserta pada September 2013. Selain Anies Baswedan, peserta lain adalah Hayono Isman, Dino Patti, Dahlan Iskan, Gita Wirjawan, Irman Gusman, Ali Masykur, Marzuki Ali, Endriartono Sutarto, Pramono Edhi dan Sinyo Hari. Perkenalan peserta calon presiden dari konvensi Partai Demokrat digelar di Hotel Syahid pada Minggu (15/9/2013) malam.

Partai Demokrat menggelar konvensi calon presiden dengan mengadakan debat di 10 kota. Pada 16 Mei 2014, konvensi Partai Demokrat menghasilkan pemenang atas nama Dahlan Iskan. Sayangnya, Dahlan Iskan belum bisa menyaingin elektabilitas calon presiden lain yakni Joko Widodo (Jokowi)dan Prabowo Subianto.

"Sementara Jokowi 40 persen dan Prabowo 35 persen. Ini kan sangat jauh sekali," kata Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan di kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Kramat VII, Jakarta Pusat, Jumat (16/5/2014).

Soal konvensi Demokrat, Anies Baswedan pernah mengutarakan pendapatnya. Anies menyebut konvensi Demokrat lebih demokratis.

"Kalau konvensi dengan Demokrat ini lebih demokratis karena publik yang memilih. Para peserta meminta pandangan publik. Jadi, publik yang jadi pemilih bukan internal. Dan saya rasa itu yang utama. Jauh beda dengan Golkar, yang semua meminta pandangan dari internal," kata Anies melalui surat pernyataannya yang diterima detikcom, Selasa (7/1/2014) malam.

Gagal di konvensi Demokrat, Anies merapat menjadi tim sukses Joko Widodo yang bertarung melawan Prabowo Subianto pada Pilpres 2014. Setelah Jokowi menang, Anies menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebelum pada akhirnya kena reshuffle kabinet.

Anies mencoba peruntungan di dunia politik dengan maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta pada pemilihan kepala daerah (Pilkada 2017). Kali ini, Anies berhadapan langsung dengan Partai Demokrat yang mengusung putra Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yaitu Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

AHY tumbang melawan Anies-Sandiaga Salahuddin Uno dan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di putaran pertama. Selama kampanye, Anies dan AHY saling sikut untuk menjadi DKI-1.

Anies pernah menyindir program Rp 1 miliar per RW per tahun milik AHY saat menjawab pertanyaan warga di Cengkareng Indah, Cengkareng, Jakarta Barat. Anies mengatakan pemberian uang bukan cara memajukan warga Jakarta.

"Itu adalah cara kampanye, tapi itu bukan cara memajukan warga Jakarta," ujar Anies.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Detik.com
Kategori:DKI Jakarta, Politik, Pemerintahan, Peristiwa
wwwwww