Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
3 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
3 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
3 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
3 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Voli

Resmi Jabat Menteri Investasi Pertama, Bahlil Bicara Penciptaan Lapangan Kerja

Resmi Jabat Menteri Investasi Pertama, Bahlil Bicara Penciptaan Lapangan Kerja
Bahlil Lahadalia usai pelantikannya sebagai Menteri Investasi Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/4/2021). (gambar: tangkapan layar video setpres)
Rabu, 28 April 2021 17:02 WIB
JAKARTA - Indonesia resmi memiliki Kementerian Investasi. Menteri Investasi pertama dijabat oleh mantan Kepala BPKM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), Bahlil Lahadalia.

Usai pelantikannya sebagai Menteri Investasi Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/4/2021), Bahlil mengatakan, diantara hal pertama yang menjadi fokus kerjanya sebagai menteri yakni penciptaan lapangan kerja melalui suksesi investasi.

"Arahan Bapak Presiden kepada kami, kalau kita menahan izin orang atau investor, itu sama dengan menahan pertumbuhan ekonomi nasional, sama juga dengan menahan lapangan pekerjaan," kata Bahlil sebagaimana dikutip GoNEWS.co dari video Setpres.

Kata Bahlil, pemerataan pertumbuhan investasi antara Jawa dan luar Jawa juga menjadi perhatian. Pemerataan investasi juga berujung pada pemerataan penciptaan lapangan kerja, termasuk memperhatikan tumbuh kembang UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) secara merata di seluruh Indonesia.

"Saya pikir sebagai awal, hal-hal tersebut yang akan kami lakukan. Bahwa penciptaan lapangan pekerjaan adalah satu tugas yang sangat berat karena kita tahu pertumbuhan ekonomi nasional kita itu 60 persen dari konsumsi dan 30 persen dari sektor investasi. Ini menjadi penting karena ada 16 juta orang yang harus kita siapkan lapangan pekerjaannya karena itu saya pikir investasi adalah pintu masuknya," kata Bahlil.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Voli, Ekonomi
wwwwww