Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
Peristiwa
2 jam yang lalu
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
2
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
3
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
Politik
22 jam yang lalu
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
4
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
Peristiwa
23 jam yang lalu
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
5
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
Peristiwa
22 jam yang lalu
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
6
Kembali Tebar Teror, Teroris OPM Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Penduduk Ilaga Papua
Hukum
24 jam yang lalu
Kembali Tebar Teror, Teroris OPM Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Penduduk Ilaga Papua
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Resmi Jabat Menteri Investasi Pertama, Bahlil Bicara Penciptaan Lapangan Kerja

Resmi Jabat Menteri Investasi Pertama, Bahlil Bicara Penciptaan Lapangan Kerja
Bahlil Lahadalia usai pelantikannya sebagai Menteri Investasi Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/4/2021). (gambar: tangkapan layar video setpres)
Rabu, 28 April 2021 17:02 WIB
JAKARTA - Indonesia resmi memiliki Kementerian Investasi. Menteri Investasi pertama dijabat oleh mantan Kepala BPKM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), Bahlil Lahadalia.

Usai pelantikannya sebagai Menteri Investasi Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/4/2021), Bahlil mengatakan, diantara hal pertama yang menjadi fokus kerjanya sebagai menteri yakni penciptaan lapangan kerja melalui suksesi investasi.

"Arahan Bapak Presiden kepada kami, kalau kita menahan izin orang atau investor, itu sama dengan menahan pertumbuhan ekonomi nasional, sama juga dengan menahan lapangan pekerjaan," kata Bahlil sebagaimana dikutip GoNEWS.co dari video Setpres.

Kata Bahlil, pemerataan pertumbuhan investasi antara Jawa dan luar Jawa juga menjadi perhatian. Pemerataan investasi juga berujung pada pemerataan penciptaan lapangan kerja, termasuk memperhatikan tumbuh kembang UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) secara merata di seluruh Indonesia.

"Saya pikir sebagai awal, hal-hal tersebut yang akan kami lakukan. Bahwa penciptaan lapangan pekerjaan adalah satu tugas yang sangat berat karena kita tahu pertumbuhan ekonomi nasional kita itu 60 persen dari konsumsi dan 30 persen dari sektor investasi. Ini menjadi penting karena ada 16 juta orang yang harus kita siapkan lapangan pekerjaannya karena itu saya pikir investasi adalah pintu masuknya," kata Bahlil.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Pemerintahan, Ekonomi
wwwwww